Waspada, RI Diprediksi Krisis Petani 10-15 Tahun Mendatang

News - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
12 November 2019 07:28
Waspada, RI Diprediksi Krisis Petani 10-15 Tahun Mendatang
Jakarta, CNBC Indonesia - Ada persoalan hangat dalam dunia pertanian Indonesia. Kali ini bukan menyangkut produk tanaman, melainkan ancaman regenerasi petani.

Dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang, Indonesia diprediksi mengalami krisis jumlah petani. Penyebabnya dapat diukur dari karakter demografi petani di Indonesia. Kebanyakan petani saat ini berumur hampir setengah abad.


"Rata-rata petani di Indonesia berumur 47 tahun. Petani Indonesia akan menjadi krisis pada 10-15 tahun mendatang," kata Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).


Pernyataan itu disampaikan Arif seusai dirinya bertemu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di kantornya. Masalah regenerasi petani menjadi topik pertemuan. Arif datang didampingi pengajar, senat dan guru besar IPB.

Tak pelak jika regenerasi petani butuh perhatian serius. Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai keadaan ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2019, berdasarkan lapangan pekerjaan utama, ada penurunan pekerja di bidang pertanian, kehutanan, perikanan.

BPS mencatat pada Agustus 2019, penduduk yang bekerja pada tiga bidang itu sebanyak 34,58 juta orang (27,33% dari seluruh lapangan pekerjaan utama). Angka itu turun 1,12 juta atau 1,46% dibandingkan Agustus 2018 yang tercatat 35,70 juta orang.


Mentan Syahrul sempat mengatakan persoalan margin di sektor pertanian membuat orang tak tertarik di bisnis ini. Fenomena ini coba diurai, salah satunya dengan penguatan data.

"Akurasi data menjadi penting untuk mengambil keputusan. Soal data, kita akan terus gali, perkuat, terutama dalam pengembangan generasi petani," kata Arif.

Dalam tataran konsep, IPB memiliki program regenerasi petani berupa penciptaan petani milenial. Ada dua bentuknya. "IPB punya program technopreneur dan sociopreneur," ucapnya.

Karena itu, Arif berharap ada kerja sama IPB dan Kementan untuk mengembangkannya lebih jauh. Setelah bertandang ke Kementan, Arif mengatakan akan ada kunjungan balasan dari Syahrul ke IPB.

Ke depannya, Arif berharap Kementan dan IPB akan membuat road map riset pertanian, selain tentunya menanti adanya penguatan kerja sama Kementan dan IPB ke depannya.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading