Fakta RI Kena Tsunami Impor Tekstil & 3 Aturan Sri Mulyani

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
11 November 2019 10:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Terjadi tsunamiĀ impor tekstil di Indonesia. Pemberlakuan safeguard akhirnya juga telah dilakukan pemerintah.

Hal ini semata-mata diakibatkan melonjaknya volume produk impor tekstil di pasar domestik. KPPI Kemendag memulai penyelidikannya pada 18 September 2019 lalu setelah diajukan oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Adapun permohonan safeguard yang diselidiki di antaranya, lonjakan volume impor kain tekstil dengan kode HS 107 HS. Selain itu juga lonjakan volume impor benang (selain benang jahit) dari serat stapel sintetik dan artifisial sebanyak 6 HS code, dan lonjakan volume impor produk tirai (termasuk gorden), kerai dalam, kelambu tempat tidur, dan barang perabot lainnya sebanyak 8 HS code.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik selama tiga tahun terakhir (2016-2018), volume impor kain terus meningkat dengan tren sebesar 31,80%.

Pada 2016, impor kain tercatat sebesar 238.219 ton, kemudian pada 2017 naik menjadi 291.915 ton, dan terus naik menjadi 413.813 ton pada 2018.

Negara asal impor kain, di antaranya China, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Volume impor kain Indonesia terbesar berasal dari China dengan pangsa impor sebesar 67,86% pada 2018, kemudian 63,61% pada 2017, dan 61,42% pada 2016 dari total impor Indonesia.


3 Aturan Khusus Sri Mulyani
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading