Sandiaga Uno Ungkap Hambatan Energi Baru di RI

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
08 November 2019 21:18
Sandiaga Uno Ungkap Hambatan Energi Baru di RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menjadi pembicara di salah satu mini stage dalam acara EBTKE Conex di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Sandiaga beberkan soal sulitnya energi baru terbarukan berkembang di Indonesia.

Menurut dia ada berbagai macam hal yang menghambat dalam mengembangkan dan meningkatkan energi baru terbarukan (EBT) atau energi bersih di Indonesia, di antaranya terkait regulasi dan insentif yang ditawarkan pemerintah kurang 'nendang' bagi para investor.

Regulasi kata Sandiaga, terlalu banyak regulasi perihal EBT yang tidak secara konsisten dijalankan oleh Indonesia. Regulasi yang dimaksud, adalah Regulasi Kementerian ESDM No. 57/2017 yang fokus pada pengurangan biaya pokok listrik, yang mana kata dia itu tidak menguntungkan untuk proyek-proyek energi terbarukan.


Sandiaga juga menyebut bahwa EBT sulit berkembang di Indonesia karena bankablilty power purchase agreement (PPA) dan lokal konten yang tidak standar. Serta adanya perubahan manajemen yang berkelanjutan di dalam PLN.



Selain itu juga, menurut dia, semestinya insentif untuk EBT di Indonesia masih kurang menarik minat investor untuk mau menanamkan modalnya di sektor tersebut.

"Baik itu insentif fiskal dan non fiskal. Tarif kita buat menarik, sehingga energi terbarukan, hydro sama geotermal sudah lebih di di depan. Tapi yang solar sama yang bio dan surya ini yang perlu kita lebih banyak dorong," tutur Sandiaga Uno di Jiexpo Kemayoran, Jumat (8/11/2019).

Kendati demikian, dia optimistis, pengembangan energi bersih di Indonesia akan semakin berkembang ke depannya, walau saat ini masih lesu.

Optimisme itu disampaikannya pada sejumlah mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Swiss-German University (SGU) yang hadir di talkshow ini. Dia juga mengajak para mahasiswa untuk mau terlibat dalam inovasi mengembangkan EBT di Indonesia.

Menurut Sandiaga potensi sumber daya EBT di Indonesia sebenarnya terbilang cukup besar. Saat ini, terdapat potensi sebesar 405.834 MW. Namun, kapasitas terpasang sampai saat ini baru mencapai 7.783 MW.

Sandiaga juga optimistis bahwa target penyerapan energi terbarukan sebesar 23% pada 2025 bisa terwujud. Asalkan Indonesia bisa terus berbenah dan melakukan reformasi kebijakan energi.

"2025 tinggal 6 tahun, dan kalau ingin mencapai 23% harus out of the box gak bisa business as usual. Dan regulasi itu harus fix," tegas dia. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading