Saat Ekonomi RI Loyo, Semua Kompak Salahkan Global

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
07 November 2019 12:07
Saat Ekonomi RI Loyo, Semua Kompak Salahkan Global
Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director IMF Kistalina Georgieva memberikan pesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hati-hati mengelola fiskal dan moneternya, karena kondisi ekonomi global yang sedang tidak sehat.

Hal itu diceritakan langsung oleh Jokowi, di hadapan para pengunjung yang menghadiri Indonesia Banking Expo 2019, Rabu (6/11/2019).

"Saya ketemu Managing Director IMF yang baru Kristalina. Dia berikan sebuah warning. Jokowi hati-hati mengelola moneter dan fiskal. Hati-hati karena kondisinya seperti ini," ungkap Jokowi di Hotel Fairmont, Rabu (6/11/2019).


Namun bagaimanapun Jokowi tetap bersyukur. Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5%.

"Lebih dari 5% sudah bagus, bandingkan dengan negara lain yang sudah minus. Ada yang menuju ke nol, ada yang berkurang 1,5%-2%. Ada yang dulu 7% kemudian anjlok. Ini patut disyukuri. Kita harus bersyukur," imbuh Jokowi.

Jokowi berharap, Indonesia juga harus bisa keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Namun yang tetap perlu dilakukan adalah pembangunan infrastruktur karena kita ketinggalan jauh dari negara lain.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga mengumumkan awal bulan November lalu, bahwa stabilitas sistem keuangan triwulan III-2019 tetap terkendali di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global.

Perkembangan ini menyebabkan penurunan volume perdagangan dan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia diikuti dengan melemahnya harga komoditas dan tekanan inflasi.

"Berbagai negara merespons perkembangan ini dengan melonggarkan kebijakan moneter dan memberikan stimulus fiskal, yang kemudian mendorong masuknya aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia," jelas KSSK dalam siaran persnya, Jumat (1/11/2019).

Adapun KSSK terdiri atas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

Perlambatan ekonomi Indonesia kian nampak sejak triwulan I-2019. Dan BPS baru saja melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh melambat pada triwulan III-2019.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% di triwulan III-2019 atau lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,05%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal tersebut dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Senin (4/11/2019).

"Perekonomian dunia mengalami tekanan yang cukup berat. Terlihat dari revisi menurun dari proyeksi 2019. Di mana turun hampir 0,7%. Tadinya 3,9%, kemudian 3,7% dan 3,5% dan terakhir proyeksi hanya akan tumbuh 3%," terangnya.

Menurut Sri Mulyani, IMF bicara jika ekonomi dunia sudah masuk kategori resesi. Eropa, AS, dan China mengalami perlambatan.

"Risiko global yang perlu diwaspadai lainnya perang dagang, kemungkinan ada negosiasi, masih menyelimuti ketidakpastian global."

"Di berbagai dunia, mengalami penurunan dalam posisi trennya. AS juga tidak terelakkan karena dunia melambat. Jerman tumbuh 0,04%, China biasanya mendekati 7% sekarang tinggal 5%. Sementara, Indonesia stabil, hanya sekitar 0,1%," terang Sri Mulyani.

Sementara, Eropa, Inggris, Jepang, dan India merosot tajam di kisaran 5%. Sri Mulyani menyebut juga Thailand dan Vietnam juga sama.

"Ekonomi mengalami pelemahan di berbagai belahan dunia."


[Gambas:Video CNBC]






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading