Internasional

Timteng Memanas, Ini Bukti Iran Kembali Seriusi Proyek Nuklir

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
06 November 2019 07:32
Timteng Memanas, Ini Bukti Iran Kembali Seriusi Proyek Nuklir
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Iran semakin serius dalam pengembangan proyek nuklirnya.

Sebagaimana diumumkan Selasa (5/11/2019), Teheran mengaku akan mulai menyuntikkan gas uranium ke 1.044 sentrifugal di pembangkit listrik nuklir (PLTN) yang berada di Fordow Iran.


Menurut Presiden Iran Hassan Rouhani penyuntikan gas ke sentrifugal yang selama ini kosong itu, akan dilakukan Rabu (6/11/2019).


Meski sejumlah negara menentang keras tindakan Iran, Rouhani mengaku akan jalan terus kecuali Eropa bisa mencari jalan agar Iran bebas dari sanksi AS.

Sanksi AS telah menghambat penjualan minyak mentah negara itu ke luar negeri.

"Kita harus bisa menjual minyak kiya. Kita harus membawa kembali uang ke negara kita," katanya sebagaimana dilansir dari CNBC International.

Sentrifugal di PLT Nuklir Fordo merupakan teknologi nuklir generasi pertama Iran.


Kini ilmuan Iran dikabarkan tengah mengerjakan prototipe yang disebut IR-9, yang bekerja 50 kali lebih cepat dari generasi pertama.

Sebelumnya, Iran, AS , China dan sejumlah negara Eropa menandatangani perjanjian penghentian program nuklir (JCPOA) di 2015.

Namun sayangnya, pasca Donald Trump menjadi presiden, AS kemudian menarik diri dari perjanjian tersebut di 2018 dan menjatuhkan sanksi ke Iran.

Sebagai balasan ke AS, Iran akhirnya kembali melakukan program pengayaan uranium yang sebelumnya dibatasi.

Sejumlah negara yang terlibat dalam perjanjian dengan Iran, terus membujuk Iran agar kembali mematuhi perjanjian.

Namun sayangnya ekonomi Iran kian terpuruk karena sanksi AS, membuat Iran meradang dan enggan menuruti rayuan negara-negara tersebut.

Sebelumnya, AS dan Iran juga sempat panas karena serangan yang dilakukan pemberontak Houthi Yaman pada fasilitas minyak milik BUMN Arab Saudi, Saudi Aramco.

AS dan Saudi menuduh Iran ada di belakang serangan tersebut, karena dekat dengan kelompok yang berada di Yaman Utara itu.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading