Jadi Dirjen Pajak Itu Berat, Percaya Deh!

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
31 October 2019 11:16
Robert Pakpahan akan segera menyelesaikan tugasnya sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam beberapa jam lagi, Robert Pakpahan akan segera menyelesaikan tugasnya sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan. Pengganti dirinya akan akan segera dilantik setelah dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun, nama paling kuat sebagai pengganti Robert Pakpahan saat ini adalah Staf Ahli Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan, Suryo Utomo. Nama, Suryo dinilai paling tepat karena sudah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan khususnya di Direktorat Jenderal Pajak.

Ia memulai karir PNS nya sebagai pelaksana di Kementerian Keuangan pada tahun 1993 di Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Pajak.


Meski sudah melekat di Kementerian Keuangan, sejumlah tugas berat tetap menanti Suryo jika terpilih sebagai Dirjen Pajak nanti.

Pengamat Ekonomi CORE Piter Abdullah mengatakan, sosok yang tepat menjadi pengganti Robert memang harus berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Apalagi, pajak menyangkut penerimaan negara untuk membiayaai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya. Itu bukanlah tugas yang mudah bagi pemimpinnya sehingga tidak bisa orang sembarangan.

"Penerimaan negara di dalam APBN itu mayoritas bersumber dari pajak. Bisa dibayangkan tugas beratnya Dirjen Pajak.
Sementara itu kebijakan perpajakan itu menentukan naik turunnya perekonomian," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, pajak adalah persoalan yang penting dan prioritas. Oleh karenanya membutuhkan orang yang paham tentang pajak untuk memimpinnya.

"Saya berharap Dirjen Pajak yang baru bisa mengambil kebijakan yang lebih pro growth dalam menghadapi perlambatan ekonomi global," kata dia.

Piter menjelaskan, kebijakan yang pro akan pertumbuhan di bidang pajak itu, misalnya dengan memberikan insentif-insentif yang lebih konsisten dari yang telah ada saat ini.

"Melanjutkan insentif pajak seperti yang sudah dilakukan DJP saat ini, tapi hendaknya konsisten dengan target penerimaan pajak yang tidak dipacu terus meningkat seperti saat ini," tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading