Ridwan Kamil Klaim Jabar Kebanjiran Investasi Rp 53 T

News - Lidya Kembaren, CNBC Indonesia
18 October 2019 15:48
Investasi di Jabar mencapai Rp 53 triliun.
Bandung, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan hingga Juli 2019, Jabar telah mendapatkan kucuran investasi hingga Rp 53,8 triliun. Investasi ini berasal baik dari luar maupun dalam negeri melalui 26 proyek.

Menurutnya, investasi ini masuk dari kunjungan kerja ke luar negeri selama hampir satu tahun bersama tim pemerintah provinsi Jabar. Pada hari ini berlangsung penandatangan kerja sama realisasi dari komitmen yang telah dilakukan sebelumnya.

"Hari ini ada tanda tangan MoU untuk project di Jabar, ada 26 project dengan nilai investasi sekitar Rp 53,8 triliun," ujarnya di West Java Investment Summit, Bandung, Jumat (18/10/2019).




Ia menyebutkan, investasi yang masuk tidak hanya berasal dari sektor infrastruktur, industri tapi juga pariwisata. Pasalnya, di tengah ekonomi global, pihaknya tidak bisa hanya mengharapkan perekonomian Jabar melalui sektor manufaktur saja.

"Acara ini kerja sama dengan Bank Indonesia Jabar, karena mereka teliti kunci dari perekonomian kita mayoritas harus di stimulasi, harus hadirnya investasi. Tidak bisa harapkan manufaktur lagi karena rentan tertekan ekonomi global," jelasnya.

Selain itu, investasi yang masuk ini juga memberikan lapangan kerja yang melimpah bagi warga Jabar. Dengan demikian akan mengurangi jumlah pengangguran setidaknya di Jabar.

"Eksekusi yang jumlah Rp 53,8 triliun ini, diikuti oleh jumlah lapangan kerja hingga 30 ribu lapangan kerjaan," kata dia.

Berikut 26 investor yang masuk ke Jabar hingga Juli 2019:

1. Panasonic Gobel Energy Indonesia Rp 290,8 miliar

2. Homnicen Rp 2 trilliun

3. PT Jaswita Jawa Barat Rp 50 miliar

4. PT Hensa Manunggal Perkasa Rp 25,2 miliar


5. RAF Technologies Sdn. Bhd.

6. PT Adaro Tirta Mandiri

7. PT Adhi Karya Persero, Tbk

8. PT Manila Water Indonesia

9. PT. Rukun Raharja, Tbk

(RAF Technologies Sdn. Bhd. hingga PT. Rukun Raharja, Tbk berinvestasi 3,6 triliun)



10. Damar International Sdn. Bhd Rp 190 miliar.

11. AccorHotels

12. Syntesis Indonesia

13. Sahid Group

(Perusahaan Damar International Sdn. Bhd  hingga Sahid Group berinvestasi Rp 600 miliar)



14. Cold Black Soil Rp 1,9 trilliun

15. China T.B Amusement Co.Ltd Rp 2,1 triliun

16. Guizhou Wanhe Ecological Environment Protection Co. Ltd Rp 1 trilliun

17. PT Pilar Bahtera Energi Rp 1 trilliun

18. PT Akuo Energi Indonesia Rp 90 miliar

19. PT AICO Energi Rp 709,4 miliar

20. PT Gading Taruna Sejahtera Rp 168 miliar

21. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Rp 48 miliar

22. PT Griyakarya Dharmajaya Rp 100 miliar

23. PD Pasar Bandung City Rp 3 miliar

24. Amazon Web Services Rp 30 triliun

25. PT. Maxxis (Cheng Shin Rubber) Rp 9,9 trilliun

26. Bumilaut Group and Glasgow City Colleg (TBC).


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading