Internasional

Erdogan Kepala Batu, Trump Sanksi Ekonomi Turki Minggu Ini

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
14 October 2019 07:30
Erdogan Kepala Batu, Trump Sanksi Ekonomi Turki Minggu Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat sepertinya tengah dongkol dengan Turki. Pasalnya keputusan Turki menyerang kelompok Kurdi di Suriah Utara membuat Presiden AS Donald Trump meradang.

Meski di cap Turki sebagai penghianat, Kelompok Kurdi yang menamakan diri Kurdish People's Protection Units (YPG) ini, merupakan alat AS untuk melawan kekuatan ISIS. AS mengatakan bakal mengeluarkan sanksi dalam waktu dekat ke Turki.

Bahkan Presiden AS Donald Trump berjanji akan segera memberi sanksi pada ekonomi Turki. Sanksi itu akan segera diterbitkan pada minggu ini. Trump sebelumnya mengancam bahwa ia akan memberi sanksi yang berat dan bisa menghancurkan ekonomi negara itu.



"Setuju dengan @LindseyGrahamSC dan banyak anggota Kongres termasuk Partai Demokrat (yang menentang serangan Turki), terkait meningkatkan sanksi yang kuat ke Turki," kata Trump di Twitternya, Minggu (13/10/2019).

"Treasury sudah siap, undang-undang tambahan mungkin dicari. Ada konsensus besar tentang ini. Turki telah meminta agar hal itu tidak dilakukan. Tunggu saja!" tulisnya lagi di akun @realDonaldTrump.

Hal senada juga diutarakan Sekretaris AS Steven Mnuchin akhir pekan ini sebagai mana dikutip dari CNBC International. "Akan ada sanksi yang sangat kuat, kami tentu berharap tidak mengeluarkan itu, tapi jika kami keluarkan, kita bisa menghancurkan ekonomi Turki bila kami menginginkannya," ujarnya.

Serangan Turki ke kelompok Kurdi dilakukan persis setelah AS menarik tentara dari wilayah Suriah sejak Rabu lalu. Trump menarik tentara untuk menepati janji soal kedamaian di Timur Tengah.

"Ini tidak dibenarkan secara hukum dan tidak beralasan menyerang teman dan mitra AS (kurdi), yang mengancam kehidupan dan mata pencarian jutaan warga sipil di sana," tulis pernyataan senator AS.

Eropa pun secara resmi melakukan embargo pada Turki akhir pekan lalu. Prancis dan Jerman bahkan menghentikan ekspor senjata negara tersebut ke Turki.

Bahkan dalam komunikasinya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan tindakan Turki bisa men-destabilisasi kawasan Timur Tengah dan mengarah pada kebangkitan ISIS.

Sementara itu, Erdogan mengatakan bahwa ancaman sanksi dan embargo senjata oleh Barat tidak akan menghentikan serangan militer Turki terhadap militan Kurdi di Suriah.

"Setelah kami meluncurkan operasi kami, kami menghadapi ancaman seperti sanksi ekonomi dan embargo penjualan senjata. Mereka yang berpikir mereka dapat membuat Turki kembali dengan ancaman ini sangat keliru," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi dikutip dari AFP.

Turki melihat pejuang Turki sebagai teroris dan pemberontah. Masalah keduanya sudah terjadi sejak 3 dekade lalu.

"Saya mengatakan kepadanya untuk menjelaskan kepada saya. Apakah kita benar-benar sekutu di NATO atau YPG yag diterima NATO tanpa pemberitahuan ke saya," kata Erdogan seraya menceritakan pembicaraan teleponnya dengan Kanselir Jerman.

Ia pun menolak mediasai yang diusulkan barat. Ia mengatakan militer Turki dan proksi di Suriah sudah menguasai kota perbatasan Ras al-Ain dan tengah mengepung Tal Abyad.



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading