Awas Perang! Turki Isyaratkan Gelar Operasi Militer ke Suriah

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 October 2021 06:50
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Turki dikabarkan tengah mempersiapkan untuk meluncurkan operasi militer baru ke Suriah, setelah aksi penyerangan gerilyawan Kurdi (YPG) yang didukung oleh Amerika Serikat (AS).

Kemungkinan serangan tersebut dilakukan, jika pembicaraan dengan AS dan Rusia perihal insiden penyerangan tersebut menemui jalan buntu, kata dua pejabat Turki, seperti dikutip Reuters, Sabtu (16/10/2021).

Presiden Turki Recey Tayyip Erdogan menegaskan akan mengusut tuntas serangan tersebut. Serangan milisi Kurdi yang menewaskan dua petugas kepolisian Ankara, ditekankan adalah serangan terakhir.


Serangan yang terjadi di wilayah perbatasan Turki itu disebut pemerintah sebagai gerakan kelompok teroris yang berkaitan erat dengan gerilyawan yang memerangi pemberontakan puluhan tahun di negara tersebut.

"Serangan yang dilakukan secara terus menerus kepada kami itu harus dibersihkan," kata seorang pejabat senior kepada Reuters.

Pasukan Erdogan sendiri telah meluncurkan tiga serangan dalam lima tahun terakhir, merebut ratusan kilometer jalur perbatasan dan menguasai sekitar 30 kilometer wilayah Utara Suriah.

AS sendiri memandang YPG sebagai sekutu kunci dalam perang melawan ISIS di Timur Laut Suriah. Sementara itu, Rusia memiliki pasukan di daerah itu untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Meski demikian, belum jelas kapan Ankara akan mengeksekusi serangan tersebut. Pejabat itu hanya mengatakan militer dan badan intelijen nasional sedang melakukan persiapan.

"Keputusan untuk ini telah diambil. Koordinasi yang diperlukan akan dilakukan. Hal ini tentu akan dibahas dengan Rusia dan Amerika Serikat," katanya.

Para pejabat mengatakan Erdogan akan membahas masalah ini dengan Presiden AS Joe Biden pada pertemuan puncak G20 di Roma pada akhir Oktober mendatang,

Erdogan juga dikabarkan akan menggelar pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah pembicaraan dengan Biden.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading