Internasional

Teluk Panas: AS Tambah Tentara di Saudi, Iran Pamer Senjata

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
14 October 2019 07:10
Teluk Panas: AS Tambah Tentara di Saudi, Iran Pamer Senjata
Jakarta, CNBC Indonesia- Pengumuman bahwa AS akan menambah pasukan di Arab Saudi semakin membuat Iran panas. Iran bahkan sepertinya sudah mempersiapkan diri dengan baik bila perang memang terjadi antara negara itu dengan AS dan Saudi.

Bahkan, sebagaimana dikabarkan Washington Post, Iran yang sekarang kini siap perang habis-habisan. Iran memiliki ribuan rudal yang dapat menyerang hingga Israel dan Mediterania.

Bahkan Iran memiliki milisi setia di Yaman, Irak, Suriah dan Lebanon. Serta memiliki lebih dari dua juta pasukan reguler, khusus, cadangan serta pejuang paramiliter yang siap tempur.


Jika berperang dengan AS, Iran akan melakukan banyak hal untuk menang. Berbeda dengan Iran di tahun 1980-han dulu.

Hal senada juga ditegaskan Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ditegaskannya Iran memang sudah fokus pada modernisasi senjata.

"Tentara harus memiliki senjata canggih dan modern.. Senjata harus modern dan diperbarui," katanya dikutip Reuters Minggu (13/10/2019).


"Hari ini tentara memiliki kehadiran yang kuat di dalam dan di luar Iran... Bermusuhan dengan Amerika telah meningkatkan kejayaan tentara," kata Khamenei.

Ketegangan di Teluk telah meningkat sejak Amerika Serikat, Arab Saudi, Inggris, Prancis, dan Jerman secara terbuka menyalahkan Iran atas serangan 14 September terhadap fasilitas pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia di Arab Saudi. Iran telah membantah keterlibatan dalam serangan Saudi, yang diklaim oleh pasukan Houthi di Yaman.

Sebelumnya, AS berencana untuk mengerahkan sekitar 3.000 tentara ke Arab Saudi, termasuk skuadron tempur, sayap ekspedisi udara dan personel pertahanan udara, di tengah meningkatnya ketegangan dengan saingan saingan saingannya Iran, Iran.

Hubungan yang sudah tegang antara Iran dan Amerika Serikat telah memburuk selama setahun terakhir sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari pakta nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia. Trump mengatakan perjanjian itu tidak berjalan cukup jauh, dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

Pada akhir pekan lalu, Iran mengaku kapal tanker minyaknya diserang rudal tak dikenal di laut Merah. Kapal tanker itu bernama Sabiti.

AS mengaku mengetahui hal ini, tapi enggan berkomentar banyak. Sementara Saudi membantah keterlibatannya dalam insiden itu.




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading