Curhat Pengembang Properti Minta Bunga KPR Diturunkan

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
26 September 2019 09:00
Curhat Pengembang Properti Minta Bunga KPR Diturunkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan uang muka (down payment) yang masuk skema loan to value (LTV) kredit properti dan kendaraan bermotor. Tujuannya, untuk merangsang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kebijakan tersebut disambut positif pengembang properti. Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Sulaiman Soemawinata meminta perbankan untuk menurunkan bunga kredit KPR.

Hal ini mengimbangi efek penurunan DP yang diprediksi bakal menarik minat kelas menengah yang punya tabungan kecil untuk membeli rumah.




"DP lebih murah dan mereka (masyarakat kelas menengah) bisa membeli rumah. Jadi range market-nya kelas menengah kan menjadi lebih lebar. Tapi harus diimbangi bunga kredit KPR yang lebih rendah," kata Sulaiman di sela-sela kegiatan Indonesia International Property Expo, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Jika itu dilakukan, Sulaiman meyakini industri properti akan kembali bergairah setelah beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan.

Efek dari relaksasi dari kebijakan BI, lanjut Sulaiman, akan mulai terlihat 6 bulan sampai 1 tahun mendatang. Pengembang sudah mengantisipasi dengan melakukan penyesuaian strategi di proyek-proyek mereka.



"Saat relaksasi dilakukan pengembang sudah mengatisipasi proyek-proyek di level itu. Ada 2-3 developer sudah melakukan itu. Tapi untuk penjualannya belum karena strategi pemasaran dan strategi proyek harus diramu dulu," katanya.

Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bidang Properti, Regulasi dan Perundang-undangan Ignesjz Kemalawarta mengatakan idealnya suku bunga KPR di Indonesia saat ini pada kisaran 9%-10%. Selanjutnya secara gradual bisa turun lebih rendah lagi sama seperti bunga KPR di negara-negara tetangga pada kisaran 4%-8%. Sedangkan kenyataannya bunga KPR saat ini bisa mencapai 13% per tahun. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading