Internasional

Hong Kong Membara, Pemimpin Demonstran ke AS Minta Dukungan

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
15 September 2019 11:00
Massa pro demokrasi Hong Kong kini terang-terangan meminta bantuan negara lain untuk penyelesaian konflik dengan China.
Jakarta, CNBC Indonesia - Demonstrasi di Hong Kong makin memanas. Bahkan massa pro demokrasi Hong Kong kini terang-terangan meminta bantuan negara lain untuk penyelesaian konflik dengan China.

Sebagaimana dilansir Reuters, aktivis pro-demokrasi Hong Kong Joshua Wong kini tengah berada di New York AS untuk bertemu legislator AS di Washington. "Kami berharap ... untuk dukungan bipartisan," kata Wong sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Minggu (15/9/2019).

Pemuda 22 tahun yang berulang kali ditangkap pemerintah Hong Kong karena protes ini, mengaku akan meyakinkan Kongres AS untuk meloloskan RUU Hak Asasi manusia dan Demokrasi Hong Kong. AS memang memiliki hak istimewa di Hong Kong terutama soal perdagangan dan bisnis.



Jika AS meloloskan RUU ini akan ada kewajiban pemeriksaan rutin untuk mengetahui apakah otoritas terkait menghormati hukum yang menopang sistem di Hong Kong atau tidak. Jika ada pelanggaran, Hong kong bisa kehilangan hak istimewa perdagangan yang diberikan AS.

Ia bahkan mendesak Kongres AS untuk menuntut dimasukkannya klausul hak asasi manusia dalam negosiasi perang dagang yang tengah dibahas AS dan China. Kedua negara dijadwalkan akan melakukan pertemuan tingkat menteri Oktober mendatang.

Sebelumnya, Senator AS asal partai Demokrat Chuck Schumer mengatakan bahwa UU khusus untuk Hong Kong akan menjadi prioritas. Wong sendiri akan melakukan audiensi dengan Parlemen AS, Selasa (17/9/2019).


Hong Kong kembali ke Cina dari pemerintahan Inggris pada tahun 1997 di bawah formula "satu negara, dua sistem" dengan jaminan kebebasan, yang tidak dinikmati wilayah lain di China daratan. Demonstrasi ini telah membuat China menuding ada kekuatan asing, terutama AS dan Inggris, dalam protes yang terjadi.

Wong tiba di AS setelah berkunjung ke Jerman dalam upaya meminta dukungan global terkait unjuk rasa di Hong Kong. Demonstrasi sudah terjadi sejak Juni lalu dan membuat pukulan besar bagi ekonomi pusat keuangan dunia ini.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading