Penjelasan Lengkap Kemenkeu Soal Kenaikan Cukai & Harga Rokok

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
14 September 2019 17:16

Jakarta, CNBC Indonesia- Mulai 1 Januari 2010 pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai dengan rata-rata sekitar 23% dan menaikkan harga jual eceran rata-rata sekitar 35%.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan kebijakan tarif cukai dan harga banderol tersebut telah mempertimbangkan beberapa hal, antara lain jenis hasil tembakau (buatan mesin dan tangan), golongan pabrikan rokok (besar, menengah, dan kecil), jenis industri (padat modal dan padat karya), asal bahan baku (lokal dan impor).

"Secara prinsip, besaran kenaikan tarif dan harga banderol dikenakan secara berjenjang dimana tarif dan harga banderol sigaret kretek tangan lebih rendah daripada sigaret kretek mesin dan sigaret putih mesin," tulis Kemenkeu dalam siaran resminya, Sabtu (14/09/2019).



Kementerian Keuangan menegaskan fungsi dari pungutan cukai hasil tembakau adalah untuk pengendalian konsumsi rokok, baik legal maupun ilegal. Selain itu juga menjamin keberlangsungan industri dengan menjaga keseimbangan antara industri padat modal dan padat karya, dan untuk mengoptimalkan penerimaan negara.


BERSAMBUNG KE HALAMAN 2 >>>>>>>>>>>>>>


Rokok Terkait Erat dengan Industri Lain
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading