Pesawat Mengalami Return to Base, Ini Penjelasan Garuda

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
13 September 2019 22:11
Pesawat Mengalami Return to Base, Ini Penjelasan Garuda Foto: Garuda Indonesia (REUTERS/Darren Whiteside/File Photo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat Garuda Indonesia harus return to base atau kembali ke Kandara Kualanamu karena ada dugaan gangguan. Pesawat itu adalah penerbangan haji dari Madinah-Kualanamu-Solo yang lepas landas dari Kualanamu, Jumat malam.

Hal ini disampaikan oleh VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan kepada CNBC Indonesia, Jumat (13/9)

"Pesawat kan mendarat di Kualanamu. Terus pesawat melanjutkan perjalanan take off biasa normal (menuju Solo). Sampai di atas rupanya ada panel yang menunjukkan sesuatu harus ada pemeriksaan lebih lanjut," kata Ikhsan.




Ia mengatakan pesawat sudah berhasil mengudara, tapi setelah sampai setengah jam mengudara, pilot melihat ada panel yang hidup itu maka perlu pengecekan lebih lanjut. Pesawat minta mendarat lagi ke bandara atau return to base.

"Sesuai SOP pilot mendaratkan pesawat lagi ke Kualanamu," katanya.

Setelah sampai di bandara, pilot minta waktu 1 jam untuk pemeriksaan kondisi pesawat tanpa menurunkan penumpang. Hasilnya pesawat siap diterbangkan, tapi pihak manajemen Garuda memutuskan tak memberangkatkan pesawat. Penumpang diinapkan dahulu sebelum diberangkatkan besok pagi.

"Untuk kenyamanan penumpang, maka mereka. Kita inapkan dulu di hotel untuk istirahat dan besok baru melanjutkan perjalanan," katanya

Efek kejadian ini, berdampak pada penerbangan lainnya. Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-7013 sempat mengalami pengalihan rute. Seharusnya, pesawat yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta itu bertujuan Bandara Kualanamu Medan.

Namun, akibat kejadian tak terduga, pesawat harus singgah lebih dulu ke Bandata Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Seorang penumpang Batik Air ID-7013, Firdaus, mengaku mendapat pengumuman dari pilot bahwa pesawat terpaksa berubah arah.

"Berangkat dari Halim harusnya mendarat di Medan pukul 19.15. Tapi pesawat berputar putar di atas Medan, akhirnya berbalik ke Pekanbaru, mendarat pukul 20.26," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (13/9/2019).

Kata dia, pilot mengumumkan bahwa alasan tak bisa mendarat di Pekanbaru karena ada pesawat Garuda Indonesia mengalami masalah di Kualanamu.

"Menunggu clearance Garuda dulu. Saat ini kami masih di dalam pesawat, isi bahan bakar di Pekanbaru," imbuhnya. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading