Memaknai Wafatnya BJ Habibie: Catatan dari Patra Kuningan

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
13 September 2019 09:35
Suasana haru mewarnai upacara persemayaman Presiden ke-3 RI Baharuddin Jusuf Habibie.
Jakarta, CNBC Indonesia - Suasana haru mewarnai upacara persemayaman Presiden ke-3 RI Baharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie). Upacara tersebut berlangsung di rumah duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9/2019) siang.

Sebelum prosesi upacara dimulai, sejak pagi para pentakziah sudah ramai berdatangan. Tak hanya dari kalangan pejabat pemerintahan, pengusaha dan seniman bahkan warga sipil dari berbagai kalangan ramai di sekitar lokasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang malam sebelumnya sudah sempat melayat ke RSPAD Gatot Soebroto, pagi harinya kembali hadir di rumah duka.


Memaknai Kepergian BJ Habibie: Catatan dari Patra KuninganFoto: Jokowi di Rumah Duka Bj Habibie (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Pagi hari ini saya kembali bertakziah di kediaman bapak BJ habibie. Meskipun tadi malam saya juga sudah ke RSPAD tapi ini adalah sebuah penghormatan besar kita dari seluruh rakyat Indonesia, dari pemerintah kepada pengabdian beliau kepada bangsa dan negara," kata Jokowi.

Memasuki siang hari, upacara persemayaman didahului dengan salat jenazah di kediaman almarhum. Tak hanya keluarga dan kerabat, salat jenazah juga diikuti warga sekitar.


Dengan khusyuk, masyarakat yang tak bisa mendekati lokasi salat jenazah bahkan mengambil tempat dari kejauhan. Secara spontan, di pinggir-pinggir jalan mereka mengikuti jemaah lainnya, di tempat semula mereka berdiri.

Memaknai Kepergian BJ Habibie: Catatan dari Patra KuninganFoto: Jokowi di Rumah Duka Bj Habibie (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kondisi di sekitar rumah duka yang amat padat tak menyurutkan antusias warga melakukan salat jenazah yang dipimpin oleh imam besar masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar. Adapun inspektur upacara persemayaman dipandu Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.

Dalam kesempatan itu, perwakilan keluarga Thareq Kemal Habibie menyerahkan jenazah kepada pihak pemerintah untuk melanjutkan proses pemakaman.

"Saya atas nama keluarga menyerahkan almarhum untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan [TMP] nasional utama Kalibata dengan upacara militer," kata Thareq.


Anwar Usman lantas menerima jenazah untuk melanjutkan proses upacara. Dalam sambutannya, dia kembali menjelaskan, BJ Habibie meninggal pada Rabu 11 September 2019 pukul 18.05 di RSPAD Gatot Soebroto.

"Saya atas nama pemerintah yang hadir di sini menyampaikan ikut berduka cita sedalam dalamnya. Kepada seluruh hadirin marilah kita bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT Tuhan YME. Semoga segala kesalahan dan dosa almarhum bisa diampuni dan segala amal baktinya diterima Allah SWT," kata Anwar Usman.

Kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan, dia berharap hendaknya dapat menerima kepergian almarhum dengan tabah dan ikhlas.

"Kami juga mengucapkan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya bagi semua pihak baik moril dan materil sehingga upacara ini berjalan baik dan lancar," katanya.

Jenazah lantas diberangkatkan sekitar pukul 12.50 WIB dari kediaman menuju TMP Kalibata.

Memaknai Kepergian BJ Habibie: Catatan dari Patra KuninganFoto: Suasana Warga Pasca Pemakaman BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 12 September 2019 (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Isak tangis mewarnai kepergian mobil ambulans yang membawa jenazah. Selama perjalanan, tidak sedikit warga yang berbondong-bondong menanti iringan-iringan mobil jenazah lewat.

Sepanjang rute dari rumah duka ke Kalibata disesaki warga yang sangat antusias, beberapa di antaranya sampai membawa bendera merah putih. Saat iring-iringan melintas, tanpa dikomando banyak yang langsung memberi hormat, sambil mengabadikan momentum bersejarah ini. Pekerja kantoran, tukang ojek, hingga para pelajar yang masih berseragam memancarkan raut muka senada: duka mendalam.

Barangkali mereka memang tak mengenal Habibie secara pribadi. Bahkan bertatap muka langsung mungkin belum pernah. Tetapi mereka semua seolah mewakili perasaan jutaan rakyat Indonesia yang pernah merasakan jasa dan inspirasi dari Habibie. Untuk mengucapkan salam perpisahan.

Selamat jalan Eyang BJ Habibie.


Wardiman Djojonegoro: Mimpi Habibie Bangun Indonesia


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading