Jejak Jiwasraya: Tertua, Tumbang, Lalu Cari Bantuan Swasta

News - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
14 September 2019 15:36
PT Asuransi Jiwasraya, asuransi BUMN yang digadang-gadang harus diselamatkan atau akan karam.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Asuransi Jiwasraya, asuransi BUMN yang digadang-gadang harus diselamatkan atau akan karam, ternyata memiliki sejarah panjang sekali, bahkan lebih tua dari umur Indonesia.

Berikut ini rangkumannya:


1859: Pendirian

Jiwasraya dibangun dengan cikal bakal asuransi jiwa bernama Nederlandsch-Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij van 1859 (Nillmij, dibaca: Nilmei) di Hindia-Timur milik Belanda (Hindia Belanda) pada 31 Desember 1859.


Perusahaan didirikan pertama kali dengan kantor di Batavia oleh seorang ahli keuangan dan investasi (financier) asal Belanda bernama C.F.W. Wiggers van Kerchem dengan modal yang diboyong dari Negeri Kincir Angin.

Nillmij adalah salah satu perusahaan asuransi jiwa yang pertama kali hadir di bumi Nusantara yang didirikan dengan Akte Notaris William Hendry Herklots Nomor 185, meskipun bukan satu-satunya perusahaan asuransi di tanah jajahan Belanda tersebut.

Selain Nillmij, terdapat beberapa nama perusahaan asuransi kerugian seperti Bataviasche Zee en Brand Assurantie Maatschappij, N.V. Assurantie Mij Nederlansche Lloyd, Assurantie Mij Langeveld Schroeder, dan Assurantie Mij Blom van der Aa.

Ada juga perusahaan asuransi kebakaran, salah satu yang terkenal adalah Indische Lloyd (nantinya bernama PT Lloyd Indonesia) pada 1916, anak cabang N.V. Assurantie Mij Nederlansche Lloyd.

1863: Masa Kejayaan dan Monopoli

Jaringan Wiggers yang semakin luas semenjak diangkat menjadi presiden direktur De Javasche Bank pada periode 1863-1868 menguntungkan bagi Nillmij yang seakan tidak memiliki saingan dan cenderung memonopoli bisnis asuransi jiwa saat itu.

Ketika sedang jaya-jayanya, Nillmij berekspansi dengan membuka cabang di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Tidak hanya di Nusantara, tetapi ekspansi juga dilakukan hingga ke tanah leluhur Wiggers yaitu Belanda dengan membuka tiga cabang yaitu di Den Haag, Amsterdam, dan Rotterdam.

Monopoli Nillmij berakhir pada 1883 ketika pemerintah kolonial membuka keran bagi asuransi swasta asing yang untuk berekspansi ke Hindia Belanda. Pemerintah pun berhenti membantu Nillmij mengumpulkan premi.

Masuknya perusahaan asuransi lain seperti the Dordrecht, the Olveh, dan Eerste Nederlandsche semakin mengecilkan pangsa pasar Nillmij di industri perasuransian.

Pada 1932 Nillmij memperbaharui merek bisnisnya menjadi N.V. Levensverzekering Maatschappij Nillmij van 1859 dan mengakuisisi NV Java Hypotheekbank pada 1939.


1945:

Setelah Hindia Belanda jatuh ke tangan Jepang dan memerdekakan diri menjadi Indonesia pada 1945, Nillmij van 1859 dapat memisahkan bisnisnya yang di Belanda dan di Indonesia. Manajemen Nillmij van 1859 di Belanda akhirnya melebur dengan Levensverzekering Maatschappij (Asuransi Jiwa/Life Insurance Corporation) Arnhem.

Nillmij Belanda kemudian mencatatkan diri sebagai salah satu perusahaan pertama yang menggunakan otomatisasi dengan memanfaatkan komputer. Presiden Direktur Nillmij Belanda Johanes Engelfriet pun mendirikan anak perusahaan di bisnis komputer yaitu Electrologic yang memproduksi komputer X1 dan akhirnya dijual ke Philips pada 1966.

Pada 1969, Nillmij Belanda melebur dengan asuransi lain yaitu Eerste Nederlandsche (the First Dutch) menjadi Ennia, yang pada 1983 berubah nama menjadi Aegon NV dan menjadi perusahaan asuransi, pensiun, dan manajer investasi multinasional berdana kelolaan 817.447 miliar euro (2017).

Pada tahun 1957 perusahaan asuransi jiwa milik Belanda yang ada di Indonesia dinasionalisasi sejalan dengan program Indonesianisasi perekonomian Indonesia.

1960

Tanggal 17 Desember 1960, Nillmij van 1859 dinasionalisasi berdasarkan Peraturan Pemerintah No.23/1958 dengan mengubah namanya menjadi PT Perusahaan Pertanggungan Djiwa Sedjahtera.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.214/1961, tanggal 1 Januari 1961 PT PP Djiwa Sedjahtera sebagai inti dan delapan perusahaan asuransi jiwa milik Belanda lainnya dilebur menjadi Perusahaan Negara (PN) Asuransi Djiwa Eka Sedjahtera.

Delapan perusahaan lain adalah V. Levensverzekering Maatschappij DE NEDERLANDEN van 1845, Onderlinge Levensverzekering Genootschap DE OLVEH van 1879, V. Eerste Nederlandsche Verzekering Maatschappij op het Leven en tegen Invaliditeit, V. Amsterdamsche Maatschappij van Levensverzekering (Amsleven), dan V. Nationale Levenszekering Bank.

Perusahaan lain yang juga dilebur adalah Hollandsche Societeit van Levensverzekeringen, V. Levensverzekering Maatschappij ONS BELANG (LEVOB), dan V. Levensverzekering Maatschappij H.V.A. Bank.

Nama dan status PN Asuransi Djiwa Eka Sedjahtera beberapa kali diganti yaitu pada 1965, 1973, 1984, dan 2003 menjadi PN Asuransi Djiwa Djasa Sedjahtera, PN Asuransi Djiwasraja, Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Jiwasraya, PT Asuransi Jiwasraya, dan terakhir berganti menjadi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hingga sekarang.

2018

Setelah merayakan ulang tahunnya yang ke 158 pada Januari tahun lalu, Jiwasraya mulai diterpa masalah. Direktur utama perseroan yaitu Hendrisman Rahim yang diklaim berjasa meningkatkan laba perseroan menjadi Rp 2,4 triliun dan premi perusahaan 21% menjadi Rp 21,8 triliun pada 2017 berkat produk bancassurance, diganti.

Belakangan baru diketahui bahwa laba perseroan setelah diaudit kembali langsung susut menjadi tinggal Rp 360 miliar. Revaluasi aset dengan fasilitas khusus juga pernah dilakukan Jiwasraya bersama Ditjen Pajak dan Kementerian BUMN pada zaman Dahlan Iskan untuk menanggulangi beban Rp 6,7 triliun.

Pada Oktober, produk bancassurance perseroan yaitu JS Proteksi Plan di 11 bank terlambat melunasi kewajibannya dan mengajukan proposal perpanjangan waktu dengan nilai jatuh tempo Rp 802 miliar.

JS Proteksi Plan tidak hanya memberikan manfaat proteksi meninggal dunia atau cacat tetap total karena kecelakaan, tetapi juga memberikan manfaat kepastian investasi sebesar pengembalian pokok dan hasil investasi yang dijamin.

Direktur utama perseroan yaitu Asmawi Syam diganti Hexana Tri Laksono tak lama setelah berita produk JS Proteksi Plan viral. Kementerian BUMN juga menyerukan pelaku industri asuransi swasta untuk turut menyelamatkan Jiwasraya.

TIM RISET CNBC INDONESIA




(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading