Internasional

Goldman Sachs: Peluang Brexit Dengan Kesepakatan Naik 55%

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
10 September 2019 06:27
Bank investasi global Goldman Sachs mengeluarkan rilis terbaru terkait Brexit
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank investasi global Goldman Sachs mengeluarkan rilis terbaru terkaitĀ Brexit. Dimana kemungkinan Inggris akan keluar dari Eropa dengan kesepakatan meningkat 55% vs 45%, sebagaimana dilaporkan Reuters Senin (9/9/2019) waktu setempat.

Kemungkinan lainnya seperti Inggris keluar tanpa kesepakatan alias no deal Brexit dipangkas 20% vs 25%. Sedangkan kemungkinan tidak ada Brexit hanya 25% dari 30%.

Saat ini internal Inggris tengah memanas akibat ketidaksepahaman terkait apakah Inggris akan tetap keluar dari Eropa 31 Oktober nanti. Pasalnya belum ada kesepakatan yang dibuat dengan Uni Eropa (no-deal Brexit) terkait kebijakan di perbatasan termasuk ekonomi.



Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersikeras dia tidak akan meminta penundaan jadwal Brexit. Meskipun anggota parlemen menyetujui undang-undang baru yang memaksanya melakukan penundaan.

"Saya tidak akan meminta penundaan lagi," katanya kepada parlemen sebagaimana dilansir AFP. "Mudah-mudahan (Brexit) dengan kesepakatan tetapi tanpa satu (kesepakatan-pun) jika perlu,".


Sementara parlemen Inggris bersikukuh meminta jadwal brexit mundur menjadi 31 Januari 2020. Jadwal Inggris keluar dari Eropa terus menerus diundur karena masalah politik dalam negeri Inggris dan ketidaksepahaman perdagangan dengan Uni Eropa.

Sementara itu, anggota parlemen Inggris pada Senin mengadakan pemungutan suara terbatas meminta pemerintah untuk mempublikasikan penilaian dampaknya untuk no-deal Brexit. Sebanyak 311 suara parlemen menyetujui hal ini sedangkan 302 lain menolak.

Parlemen Inggris juga meminta pemerintah untuk mempublikasikan komunikasi antara pejabat pemerintah mengenai rencana mereka untuk penangguhan parlemen. Sebelumnya dalam dokumen Yellowhammer, pemerintah menganalisa dampak buruk Inggris jika keluar dari UE tanpa kesepakatan.

Inggrsi Terancam Resesi

Inggris terancam masuk ke dalam resesi pada tahun 2020 jika negara itu meninggalkan Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan atau no-deal Brexit.

Apabila no-deal Brexit benar terjadi, maka ekonomi Inggris akan melemah di setiap kuartal tahun depan, yang akan berujung pada resesi pertama sejak 2009 dan pertama setelah krisis keuangan.

"Karena debat Brexit akan dilakukan, ekonomi Inggris kini di persimpangan jalan. Sulit untuk memikirkan waktu lain ketika Inggris berada di ambang dua belokan ekonomi yang sangat berbeda, tetapi dampak Brexit tanpa kesepakatan tidak boleh diremehkan," kata Kepala Ekonom KPMG Inggris Yael Selfin seperti dikutip dari The Guardian.

Selfin menjelaskan bahwa efek no-deal Brexit terhadap perdagangan dan kepercayaan bisnis Inggris akan menyebabkan ekonomi menyusut 1,5% tahun depan.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading