Bank Dunia Sebut RI Seret Investasi

News - Tirta Widi Gilang Citradi, CNBC Indonesia
06 September 2019 13:42
Menurunkan CAD bisa menjadi bumerang bagi Indonesia karena menghambat laju pertumbuhan ekonomi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Dunia menyarankan agar Indonesia fokus untuk menarik banyak investasi, bukan menurunkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Sebab menurunkan CAD bisa menjadi bumerang bagi Indonesia karena menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

Dalam laporan yang dikutip Jumat (6/9/2019), Bank Dunia menyebut menarik lebih banyak investasi pada akhirnya akan mengatasi masalah CAD. Ketika semakin banyak investasi yang masuk, maka ekspor diharapkan bisa meningkat sehingga bisa memperbaiki CAD.

Menurut laporan Bank Dunia yang berjudul Global Economic Risks and Implications for Indonesia, dana masuk dari Penanaman Modal Asing (PMA) per tahun rata-rata adalah US$ 22 milyar. Belum lagi dikurangi US$ 5 milyar yang keluar dari Indonesia tiap tahun.


Masalahnya, tambah Bank Dunia, arus PMA ke Indonesia bisa dibilang seret. Bahkan Indonesia boleh dibilang kalah dari Kamboja. Di Kamboja, PMA berkontribusi rata-rata 11,8% terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam rata-rata 5 tahunan.

FDI di ASEANSumber : World Bank


Salah satu masalah terbesar yang dihadapi adalah iklim investasi yang kurang hangat terhadap investor. Sebagai contoh, untuk memindahkan pabrik dari China ke Indonesia butuh waktu 1 tahun yang berisiko dan birokrasi yang berbelit-belit.

Sebagai perbandingan, untuk membangun pabrik di Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura dan Taiwan butuh waktu yang lebih singkat. Negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina telah melakukan reformasi kebijakan yang dinilai ambisius. Lagi-lagi Indonesia masih punya pekerjaan rumah untuk melakukan reformasi kebijakan investasi.



TIM RISET CNBC INDONESIA


(Tirta Widi Gilang Citradi/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading