Pengusaha: Dulu Indonesia 'Guru' Vietnam & Kamboja, Kini?

News - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
05 September 2019 07:42
Negara Vietnam, Kamboja, dan Thailand mencuat setelah pengusaha memilih merelokasi perusahaan dari China ke negara tersebut.
Jakarta, CNBC Indonesia - Negara Vietnam, Kamboja, dan Thailand mencuat setelah pengusaha memilih merelokasi perusahaan dari China ke negara tersebut. Sementara Indonesia tidak dipilih sebagai negara tujuan relokasi dalam dua bulan terakhir.

Masalah relokasi ini sempat disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

"Dari investor-investor yang kita temui, dan catatan yang disampaikan Bank Dunia kepada kita, dua bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih Vietnam, 10 lainnya pergi ke Malaysia, Thailand, Kamboja. Nggak ada yang ke kita," kata Jokowi.



Nama Kamboja bukan kali pertama muncul dalam pemberitaan. Beberapa waktu lalu, Kepala BP Batam Edy Putra Irawady pernah mengatakan, salah satu pabrik di Batam, Kepulauan Riau, memilih memindahkan pabrik ke Kamboja. Upah murah menjadi alasan relokasi tersebut.

Hal ini menjadi catatan tersendiri sebab Indonesia dahulu pernah berposisi sebagai 'guru' untuk Kamboja dan Vietnam dalam hal investasi. Namun, sekarang keadaannya berbanding terbalik.

"Sebenarnya kita itu gurunya mereka. Mereka belajar dari kita, tapi karena gurunya ngga mau belajar lagi, jadi kalah sama murid-muridnya," kata Ketua Komite bidang Kerjasama Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam Kadin Indonesia Juan Gondokusumo kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/9/2019).


Menurutnya, masyarakat di sana memiliki semangat untuk maju. Meski sederhana, tekad itu mampu mendorong mereka untuk produktif bekerja. Alasan lainnya adalah keuletan pekerja tersebut.

"Kalau dulu satu interpreter (penerjemah) saya itu dulu, ada 3 atau 2 job (pekerjaan), satu orang itu mengerjakan translate ini, bikin undangan-undangan (lalu) mendapat bayaran semua, di luar jadi pegawai kita, dia masih mengerjakan yang lain-lain juga," ungkap Juan.

Dari penjelasan itu, Juan menganggap Indonesia perlu terus belajar dan tidak berpuas diri sebagai negara kaya.

[Gambas:Video CNBC]


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading