Benarkah Investasi dari China Membawa Petaka?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
09 December 2020 08:19
Ilustrasi bendera China. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - China adalah salah satu investor asing terbesar di Indonesia. Penanaman Modal Asing (PMA) dari Negeri Tirai Bambu meningkat pesat beberapa tahun belakangan.

Pada Januari-September-2020, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai PMA dari China sebesar US$ 3,51 miliar. China adalah negara asal PMA terbesar kedua setelah Singapura.


Akan tetapi, investasi dari China juga mengundang tanda tanya. Laode M Syaruf, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengingatkan bahwa China adalah investor yang agak bermasalah.

Berdasarkan US Foreign Corrupt Practice Act, China adalah salah satu negara yang melakukan pendanaan dengan tidak layak (improper). "Oleh karena itu, saya takut sekali ketika China menjadi investor terbesar di Indonesia," kata Laode.

Laode tidak salah. Berdasarkan pengalaman, PMA dari China tinggi di komitmen tetapi rendah dalam realisasi.

Pada masa-masa awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tepatnya sekitar 2015, rasio komitmen investasi terhadap realisasi China hanya 7-10%. Jauh lebih rendah ketimbang Korea Selatan (70%), Jepang (65%), atau Taiwan (34%).

Oleh karena itu, susah juga kalau hanya berpegang pada omongan China. Kepercayaan baru bisa datang ketika investasi itu terealisasi.

Duit dari China Membawa Petaka!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading