BPJS Naik, Buruh Berupah di Bawah Rp2 Juta Makin Berat

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
03 September 2019 12:13
BPJS Naik, Buruh Berupah di Bawah Rp2 Juta Makin Berat

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan mendapat penolakan dari kalangan buruh. Pemerintah diminta untuk mempertimbangkan upah tiap daerah yang berbeda.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengemukakan dampak kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan terasa kepada buruh dengan upah minimum per bulan di bawah Rp 2.000.000, misalnya Sragen, Boyolali, dan Yogyakarta. Demikian juga dengan wiraswasta kecil yang digolongkan sebagai peserta bukan penerima upah.


Dalam ketentuan BPJS Kesehatan bagi peserta pekerja penerima upah dengan gaji atau upah sampai dengan Rp 4.000.000 masuk golongan II. Golongan ini dipastikan akan mengalami kenaikan pada tahun depan. Rencana kenaikan untuk kelas II jadi Rp 110.000 dari sebelumnya Rp 51.000.

Kondisi ini berat juga akan dirasakan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta bukan Pekerja atau peserta BPJS golongan III. Apalagi bila peserta harus menanggung satu istri dan 2 atau 3 anak. Namun, sampai saat ini pihak DPR menolak kenaikan untuk golongan III bagi peserta mandiri.

"Pemerintah jangan main-main, bukan segampang itu menaikkan iuran BPJS seolah-olah pendapatan masyarakat sudah rata padahal tidak. Bagi upah minimum Rp 2.000.000 ke bawah, berat," ucap Iqbal  kepada CNBC Indonesia, Selasa (3/9).


 

Iqbal mengatakan sekitar 150.000 buruh akan menggelar aksi menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan secara serentak di 10 kota pada 2 Oktober 2019 mendatang. Aksi akan dipusatkan di depan gedung DPR/MPR RI dengan perkiraan akan melibatkan 50.000-70.000 buruh.

Selama ini, iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah termasuk di swasta sebesar 5% dari gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan 4% dibayar oleh pemberi kerja dan 1% dibayar oleh peserta.

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading