Ekonomi RI Mentok di Angka 5%, Apa yang Bisa Dilakukan?

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
25 August 2019 17:43
Ekonomi RI Mentok di Angka 5%, Apa yang Bisa Dilakukan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diprediksi akan berada di kisaran 5-5,2 persen. Seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2019. Negara-negara tetangga misalnya Vietnam sempat mampu tumbuh 6,76 persen pada semester I-2019 dan Filipina mampu melaju 5,5 persen pada periode yang sama.

Ekonom Senior UI sekaligus Mantan Menteri Keuangan RI Chatib Basri mengatakan perhitungan tersebut salah satunya karena Indonesia masih dipengaruhi oleh komoditas dan harga energi.




"60 persen dari ekonomi kita tergantung dari komoditas dan harga energi. Sekarang kalau China melambat karena trade war, harga komoditi turun," katanya saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Dia menyebutkan, beberapa harga komoditi turun, yang imbasnya memukul ekspor Indonesia. Sebut saja kelapa sawit, batu bara dan karet.




"Kalau memukul ekspor pendapatan orang di Sumatera kena, konsumsinya juga akan turun. Kalau itu terjadi, perusahaan tidak mau ekspansi. GDP growth melambat," ujarnya.

Karena alasan itulah, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun relatif stagnan di level 5 sampai 5,2 persen. Untuk itu, dia menyebut jika pemerintah bisa melakukan counter-cyclical dalam mendorong pertumbuhan.

"apa itu counter-cyclical? Misalnya dikasih program yang bisa mendorong spending orang. Apakah itu PKH, Bansos. Percepat misalnya sebagian spending infrastruktur," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Ekonomi Indonesia yang masih tumbuh di atas 5% harus disyukuri. Kondisi perekonomian dunia saat ini memang tengah penuh dengan ketidakpastian. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi salah satu penyebab utamanya.



"Setiap waktu tantangan berbeda-beda, ada tim ekonomi baru dan tetap itu tantangannya berbeda. Saya sangat bersyukur, karena negara lain pertumbuhan ekonominya turun bahkan minus, kalau kita tidak bersyukur ekonomi tumbuh di atas 5% namanya kufur nikmat. Bagaimana sih kita ini, coba lihat tetangga-tetangga yang di dekat kita," papar Jokowi.

Bila Indonesia masih bergantung dengan ekonomi komoditas, maka akan sulit bisa berlari menapaki ekonomi lebih tinggi dari 5%.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading