Danai 125 Riset, LPDP Sudah Kucurkan Rp 272,7 Miliar

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
23 August 2019 18:35
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga saat ini telah mendanai 125 judul riset dengan total pendanaan sebesar Rp 272,7 miliar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga saat ini telah mendanai 125 judul riset dengan total pendanaan sebesar Rp 272,7 miliar.

Dari 125 riset judul tersebut, telah dihasilkan berbagai macam inovasi dari periset Indonesia yang terdiri dari 44 paten, empat hak cipta, enam merek, satu varietas tanaman, dan satu desain industri.

Di antaranya, terdapat 15 judul riset yang telah mencapai tahap produk launch dan beberapa di antaranya dijual di pasar. Sebanyak tiga riset tata kelola telah ditetapkan sebagai peraturan daerah dan tujuh riset tata kelola lainnya telah diimplementasikan modelnya pada berbagai sektor strategis.


Sebelumnya, dalam Nota Keuangan 2019 juga disebutkan jika ada dana abadi penelitian yang mulai dialokasikan pada 2019 dengan jumlah anggaran Rp 990,0 miliar. Direktur Utama LPDP Rionald Silaban menyebut jika dana abadi penelitian menjadi dana tersendiri yang digelontorkan oleh pemerintah. Artinya ini menjadi kabar baik bagi periset di Indonesia.

"Mudah-mudahan ini bisa memberikan kabar baik, periset bahwa pemerintah serius, sampai bikin lagi dana abadi penelitian," katanya.

Sementara itu, demi membenahi SDM Indonesia maju, pemerintah mengalokasikan investasi bidang pendidikan melalui Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dana abadi penelitian.

Nantinya pemanfaatan hasil DPPN tidak hanya untuk pendanaan pendidikan namun juga difungsikan sebagai dana stabilisasi fiskal sehingga pengelolaannya dikembangkan menjadi Sovereign Wealth Fund (SWF) melalui penguatan kelembagaan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (BLU LPDP).

Dalam Pidato Kenegaraan di depan parlemen, beberapa waktu lalu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan jika Indonesia membutuhkan inovasi yang distruptif, yang bisa membalik ketidakmungkinan menjadi peluang. Yang membuat kelemahan menjadi kekuatan dan keunggulan. Ini tentunya sesuai dengan semangat Jokowi yang telah digaungkan.

"Yang membuat keterbatasan menjadi keberlimpahan. Yang mengubah kesulitan menjadi kemampuan. Yang mengubah tidak berharga menjadi bernilai untuk rakyat dan bangsa," katanya.

[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading