Sri Mulyani Dukung Penuh Nadiem!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
23 April 2021 13:03
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim (Screenshot BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung penuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melanjutkan berbagai program di bidang pendidikan. Salah satunya perluasan beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP).

Adapun Nadiem mengusulkan, saat ini program LPDP bisa diperluas tidak hanya diberikan untuk beasiswa reguler seperti masyarakat, PNS, TNI, Polri, tapi juga bisa kepada tenaga pengajarnya. Perluasan cakupan ini diusulkan Nadiem dalam program Merdeka Belajar episode 10.

"Sekarang di episode 10 Merdeka Belajar, saya lihat Kemendikbud akan mulai ekspansi dengan kegiatan mencakup kualitas dosen, guru dan terutama juga guru SMK," ujarnya dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode 10 yang dikutip Jumat (23/4/2021).


"Tentu kami akan terus dukung dari sisi fokus yang betul-betul dibutuhkan anak didik untuk meningkatkan SDM," imbuhnya.

Menurutnya, dukungan Kementerian Keuangan untuk pendidikan Indonesia terlihat dari alokasi anggaran untuk pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya. Di mana, anggaran pendidikan adalah 20% dari total belanja dari APBN setiap tahunnya.

Bahkan sejak untuk menciptakan kualitas dana pendidikan sejalan dengan hasilnya maka dibentuklah dana abadi. Dengan adanya dana abadi, maka anggaran Pendidikan yang 20% setiap tahunnya tersebut tidak terburu-buru dihabiskan pada satu tahun anggaran.

Dana abadi ini pun diperuntukkan untuk membiayai beasiswa melalui LPDP.

"Itu merupakan suatu pemikiran untuk menciptakan sebuah dana bermanfaat antar generasi dan kita berharap Kemendikbud memikirkan design penggunaan agar bisa dimanfaatkan antar generasi," jelasnya.

Ia menjelaskan, sejak dibentuk pada tahun 2019 lalu, dana abadi yang dikelola LPDP ada senilai Rp 70,1 triliun dari sebelumnya hanya Rp 1 triliun. Dana ini terdiri dari, dana abadi pendidikan Rp 61,1 triliun, dana abadi penelitian Rp 4,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp 3 triliun serta dana abadi kebudayaan Rp 1 triliun.

"Awalnya dana abadi hanya Rp 1 triliun, jadi kenaikannya luar biasa. Kemenkeu melalui BLU berharap pemanfaatan hasil investasi dana abadi bisa memberikan dukungan yang fleksibel dan efektif bagi program-program yang didesain oleh Kemendikbud maupun Kemenag dan kementerian yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan penelitian," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading