Ini Lho Alasan APBN Masih Harus Ditutup Lewat Utang

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
21 August 2019 13:35
APBN setiap tahunnya yang masih defisit harus ditutup melalui utang. Foto: CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - APBN setiap tahunnya yang masih defisit harus ditutup melalui utang. Hal ini dikarenakan Indonesia masih terus membangun dengan keterbatasan pendapatan negara terutama pajak.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan kebijakan fiskal pemerintah harus mengantisipasi adanya defisit.

"APBN ini berbeda dengan moneter. APBN itu setahun sekali, kalau defisit maka ya akan sekitar situ. Kalau moneter bisa tiap bulan," kata Suahasil.


Ia menyampaikan hal ini dalam acara Seminar Nasional Nota Keuangan RAPBN 2020: Mengawal Akuntabilitas Penerimaan Negara di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

"Karena fiskal harus ajeg, maka kebijakan fiskal juga menyiapkan antisipasi. Dia harus tidak terlalu pesimis dan optimistis. APBN harus peka terhadap kondisi eksternal melalui belanja yang lebih besar atau pengeluaran yang lebih sedikit," tutur Suahasil.

APBN juga harus mempertimbangkan adanya penerimaan selain belanja. Jika target penerimaan tidak tercapai maka harus dikombinasikan di antara keduanya.

"Kalau kita nggak suka utang, dan ingin belanja tinggi. Maka pendapatan harus tinggi. Oleh karena itu kita harus fleksibel. Fleksibel kalau tiba-tiba perekonomian dunia gawat betul," jelas Suahasil.

Artikel Selanjutnya

Kemenkeu Ingin Sulap Gedung Pemerintah Jadi Co-Working Space


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading