Realisasi Penanaman Modal Asing yang Memang Tumbuh, Tapi.....

News - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
30 July 2019 19:50
Realisasi Penanaman Modal Asing yang Memang Tumbuh, Tapi.....
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar yang relatif menggembirakan bagi perekonomian Indonesia datang dari rilis angka realisasi investasi. Sebagai informasi, realisasi investasi yang dimaksud di sini bukanlah investasi di pasar modal, melainkan investasi riil (membangun pabrik).

Pada siang hari ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis angka realisasi investasi untuk periode kuartal II-2019. Dalam tiga bulan kedua tahun ini, realisasi penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) dalam denominasi rupiah tercatat tumbuh sebesar 9,61% secara tahunan (year-on-year/YoY), menandai pertumbuhan pertama dalam lima kuartal. Pada tiga bulan kedua tahun ini, realisasi PMA tercatat senilai Rp 104,9 triliun.

Dalam empat kuartal sebelumnya, realisasi PMA selalu jatuh secara tahunan.



Bagi Indonesia, yang terpenting itu adalah PMA dan bukan penanaman modal dalam negeri (PMDN) atau domestic direct investment (DDI). Pasalnya, dari total penanaman modal di tanah air, lebih dari 50% disumbang oleh PMA. Karena nilainya lebih besar, tentu pertumbuhan PMA yang signifikan akan lebih terasa bagi perekonomian ketimbang pertumbuhan PMDN.

Kalau kita mundur lebih jauh, pertumbuhan PMA di era Jokowi sangatlah mengecewakan. Pada tahun 2014, PMA tercatat tumbuh 13,54% jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2013. Pada tahun 2015, pertumbuhannya sempat naik menjadi 19,22%.

Dalam dua tahun berikutnya (2016-2017), PMA hanya tumbuh di kisaran satu digit. Pada tahun 2018, PMA bahkan tercatat ambruk hingga 8,8%. Untuk periode kuartal I-2019, PMA kembali jatuh yakni sebesar 0,92% secara tahunan, jauh memburuk dibandingkan capaian periode kuartal I-2018 yakni pertumbuhan sebesar 12,27%.

Lantas, bangkitnya realisasi PMA pada kuartal II-2019 jelas menjadi kabar baik bagi Indonesia.

Namun, hendaknya jangan kelewat senang dulu. Pasalnya, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi ketika kita berbicara mengenai realisasi PMA. Pertama, kenaikan realisasi PMA pada kuartal II-2019 disebabkan juga oleh low-base effect.

Realisasi PMA pada kuartal II-2018 terbilang rendah sehingga tak sulit untuk membukukan pertumbuhan pada kuartal II-2019. Pada kuartal II-2018, realisasi PMA tercatat senilai Rp 95,7 triliun. Realisasi PMA tersebut merupakan realisasi PMA kuartal II terendah sejak tahun 2015.


Faktor kedua yang perlu diperhatikan dalam mencerna pertumbuhan realisasi PMA adalah bahwa realisasi PMA dalam denominasi dolar AS sejatinya terkontraksi. Pada kuartal II-2018, realisasi PMA dalam denominasi dolar AS adalah senilai US$ 7,14 miliar, sementara pada kuartal II-2019 hanya US$ 6,99 miliar. Terjadi penurunan sebesar 2,1% secara tahunan.

Pelemahan rupiah membuat realisasi PMA dalam denominasi rupiah bisa tetap tumbuh walaupun ada kontraksi dalam denominasi dolar AS. Secara rata-rata pada kuartal II-2018, rupiah berada di level Rp 13.950/dolar AS (dihitung berdasarkan kuotasi pasar spot dari Refinitiv). Pada kuartal II-2019, secara rata-rata rupiah ditransaksikan di level Rp 14.247/dolar AS.

Hal ini patut diwaspadai. Pasalnya, minat investor asing untuk menanamkan modal di tanah air tak bisa dikatakan sepenuhnya naik. Minat investor asing untuk menanamkan modal di tanah air baru benar-benar bisa dikatakan naik jika satu dari dua skenario di bawah terpenuhi:
  • Kala rupiah melemah, realisasi PMA dalam denominasi dolar AS naik
  • Kala rupiah menguat, realisasi PMA dalam denominasi rupiah naik
Jadi, walaupun tetap bisa dibilang menggembirakan dan patut kita apresiasi, upaya pemerintah dalam menggenjot realisasi PMA harus lebih keras lagi. Pasalnya, seperti yang sudah dijabarkan di atas, ada low-base effect di balik pertumbuhan realisasi PMA pada tiga bulan kedua tahun ini. Selain itu, realisasi PMA dalam denominasi dolar AS sejatinya terkontraksi pada kuartal II-2019.


TIM RISET CNBC INDONESIA



(ank/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading