Korsel Boikot Jepang

Korsel Vs Jepang: Otomotif Hingga Elektronika, Siapa Juara?

News - S. Pablo I. Pareira & Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
26 July 2019 19:31
Aksi boikot warga Korsel terhadap produk Jepang, sedang terjadi mulai dari ritel, otomotif hingga jasa penerbangan dan wisata.
Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang pada awal bulan Juli telah mengumumkan pembatasan ekspor tiga bahan kimia ke Korea Selatan. Ketiga bahan itu (fluorinated polyimide, resist dan hydrogen fluoride) sangat penting untuk industri semikonduktor Korea Selatan.

Pembatasan ini dipicu perselisihan yang terjadi di era Perang Dunia, di mana pemerintah Korea Selatan meminta Jepang membayar ganti rugi karena telah mempekerjakan secara paksa penduduk Korea Selatan di masa itu.

Namun, menurut laporan, Jepang mengaku sudah menebus kesalahan itu dengan penyelesaian moneter yang tertera dalam perjanjian 1965, sebuah perjanjian yang membangun kembali hubungan diplomatik antara kedua negara. Tetapi, pengadilan Korea Selatan tidak sependapat dengan Jepang.



Permasalahan ini menyebabkan hubungan kedua sekutu Amerika Serikat itu semakin runyam. Hal ini dikhawatirkan akan membawa dampak buruk pada perekonomian kedua negara serta perekonomian global, mengingat Jepang dan Korea Selatan sama-sama memiliki pengaruh besar.

Namun, jika dibandingkan dari berbagai aspek seperti ekonomi, industri, jasa, negara manakah yang paling unggul?


1. Ekonomi

Bila dibandingkan dari segi ekonomi, Jepang yang saat ini menduduki posisi ketiga ekonomi terbesar secara global, jelas lebih unggul dari Korea Selatan. Saat ini Korea Selatan hanya menempati posisi ke-11 ekonomi terbesar di dunia.

Pada tahun 2017, angka Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang adalah US$ 4,87 triliun. Sementara Korea Selatan hanya US$ 1,53 triliun, seperti dilansir dari Investopedia.

Sementara itu, panelis FocusEconomics memproyeksikan ekonomi Jepang akan tumbuh 0,8% pada 2019, tidak berubah dari perkiraan bulan lalu, dan tumbuh 0,5% pada 2020.

Sementara itu, untuk Korea Selatan, Panelis FocusEconomics memproyeksikan ekonominya akan tumbuh 2% pada 2019, turun 0,2 poin persentase dari perkiraan bulan lalu, dan tumbuh 2,4% pada 2020.


2. Otomotif

Seperti diketahui, Jepang dan Korea Selatan sama-sama dikenal sebagai rumah bagi produsen barang-barang elektronik dan otomotif populer di wilayah Asia, selain China.

Namun, mengutip Forbes dan Business Tech, dalam hal otomotif, Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir telah mengalahkan Jepang. Beberapa mobil buatan perusahaan Korea Selatan seperti Hyundai, Kia dan merek mewah Hyundai: Genesis dianggap lebih baik dari merek mobil dari negara lainnya termasuk Jepang, Detroit (Amerika Serikat), dan Eropa.

Mengutip laporan Marklines, penjualan global untuk mobil Jepang untuk tahun 2018 mencapai 5,2 juta unit (naik 0,7% year on year), sementara penjualan mobil Korea Selatan mencapai 8,2 juta unit (naik 0,4% year on year) secara global.



Padahal dua dekade lalu, merek mobil Korea seperti Hyundai dan Kia lebih dianggap sebagai "mobil kelas dua". Namun kini berdasarkan data pelacak kualitas kendaraan J.D. Power, ternyata Toyota, BMW dan banyak merek otomotif terkemuka lainnya ada di belakang Hyundai, Kia, dan brand mewah milik Hyundai, Genesis, dalam hal jumlah cacat produksi dan desain yang paling sedikit, seperti dilansir dari Forbes.

Ketiga merek mobil Korea tersebut, yang berada di bawah Hyundai Motor Group, memiliki paling sedikit masalah per 100 model kendaraan baru, menurut daftar peringkat kualitas (Initial Quality Study/IQS ) J.D. Power 2018.

Genesis, yang diluncurkan Hyundai di 2016 menempati peringkat teratas di daftar tersebut dengan 68 temuan masalah per 100 kendaraan. Peringkat Genesis ini mengalahkan Porsche dengan 79 temuan masalah per 100 mobil dan Lexus.

Daftar IQS ini mengukur keluhan pemilik mobil dalam tiga bulan pertama kepemilikan di konsumen. J.D. Power menemukan korelasi antara merek yang mendapatkan peringkat IQS tinggi umumnya juga menempati posisi tinggi dalam Vehicle Dependability Study (VDS). Hyundai sendiri menempati peringkat ketiga dalam daftar VDS.



Selain kualitas fisik, Hyundai dan Kia juga berhasil mengembangkan salah satu sistem telematika terbaik dalam industri otomotif. Teknologi Bluelink milik Hyundai dan sistem UVO milik Kia terbukti lebih mudah digunakan dibandingkan teknologi serupa milik pabrikan otomotif lain.

3. K-Pop vs J-Pop

Istilah Korean Pop (K-Pop) dan Japanesse Pop (J-Pop) jelas bukan lagi hal asing bagi orang-orang mengingat banyaknya penggemar musik dari dua negara itu di seluruh penjuru dunia. Namun, menurut Quora, K-Pop jauh lebih populer dibandingkan J-Pop meski K-Pop merupakan hasil pengembangan dari J-Pop.

Mengutip laporan Takamasa Sakurai di Daily Yomiuri pada 2011 lalu, yang dikutip oleh Facts and Details, K-pop berkembang jauh lebih pesat dari J-Pop.

Ia mengatakan dari hasil penelitian pada sebuah toko yang menjual barang-barang terkait idola di Taipei, jumlah barang yang terjual adalah sebanyak 70% barang-barang K-Pop versus 30% barang-barang terkait J-Pop.



Setahun kemudian rasionya meningkat menjadi 9:1.
Mengutip Forbes, industri K-pop mengalami pertumbuhan yang signifikan pada 2018 lalu, seperti dilaporkan Federasi Internasional "Global Music Report 2019" dari Industri Fonografi.

Pada tahun 2018, pasar musik Korea Selatan mengalami peningkatan pendapatan 17,9%. Korea Selatan juga menempati peringkat No. 6 di antara 10 pasar musik teratas di seluruh dunia.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading