Duh, Mau Tanya Izin Investasi Saja Harus Antre dari Pagi Buta

News - S. Pablo I. Pareira, CNBC Indonesia
22 July 2019 06:25
Duh, Mau Tanya Izin Investasi Saja Harus Antre dari Pagi Buta
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sejak pertengahan tahun lalu telah meluncurkan Online Singe Submission (OSS) sebagai basis pelayanan perizinan terpadu satu pintu (PTSP) bagi investor untuk menanamkan investasi dan berusaha di Tanah Air.

Pelayanan OSS sejak awal tahun ini ditempatkan di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). CNBC Indonesia mencoba mendatangi pusat pelayanan OSS BKPM pada Rabu (17/7/2019) sekitar pukul 11.00 WIB untuk mendapatkan informasi terkait syarat mendirikan perusahaan.

Sayangnya, saat tiba di tempat ternyata antrean untuk melakukan konsultasi sudah habis. Petugas help desk di OSS BKPM mengatakan setiap harinya hanya diberikan kuota 200 nomor antrean untuk mengurus perizinan di OSS.

"Kalau mau memang harus datang pagi Mas, sekitar jam 05.00 untuk isi absen. Nanti jam 07.30 baru ambil nomor antrean. Jam 08.00 mulai pelayanan," kata petugas tersebut.

Ia menjelaskan, mulai Senin (22/7/2019) seluruh pengambilan nomor antrean layanan OSS dan loket izin Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) serta rekomendasi keimigrasian (rekom visa) hanya dapat dilakukan melalui situs www.investindonesia.go.id satu hari sebelumnya.

Selanjutnya, pelaku usaha atau calon investor akan mendapatkan email konfirmasi berisi kode nomor antrean dan jadwal pengambilan nomor antrean.

Beberapa orang yang mau melakukan konsultasi di OSS BKPM nampak kebingungan dan belum mengetahui tentang adanya aturan pembatasan nomor antrean per hari. 



Salah satu pegawai perusahaan swasta, Ahmad, mengaku datang dari Bogor dan ditugaskan perusahaannya untuk mengurus perizinan melalui OSS. Dia mengaku tidak tahu soal antrean yang dibatasi hanya 200 orang per harinya.

"Jadinya saya mesti balik lagi nih Mas," keluhnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pidatonya hari Minggu (14/7/2019) lalu telah menegaskan pentingnya mempermudah investasi di Tanah Air. Jokowi bahkan mengaku tak segan untuk meng"hajar" pihak-pihak dalam birokrasi yang dinilai menghambat investasi.

".... Kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan ...," kata Jokowi.


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading