Masalah Rasis, Bos Siemens Jerman Protes Keras Donald Trump

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
21 July 2019 15:38
Masalah Rasis, Bos Siemens Jerman Protes Keras Donald Trump
Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Perusahaan asal Jerman Siemens, Joe Kaeser mengkritik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atas pidato kampanye yang terjadi di negara bagian Carolina. Di sana Trump terus menyerang anggota parlemen yang merupakan keturunan imigran.

"Ini mengganggu saya karena institusi politik yang paling penting di dunia telah menjadi wajah dari rasisme," katanya di akun twitternya.

"Saya tinggal bertahun- tahun di Amerika dan mengalami kebebasan, toleransi dan keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya.



Kaeser juga menanggapi postingan twitter politisi konservatif Jerman, Ruprecht Polenz terkait hal yang sama, yaitu orasi Presiden Donald Trump di Negara Bagian Carolina. Pendukung Trump berteriak, pulangkan dia (Ilham Omar). Omar lahir di Somalia dan menjadi warga negara Amerika Serikat ketika dia masih remaja.

Dalam akun twitternya, Polenz mengatakan jika Jerman harus mengambil kembali Trump, jika komentar yang dilontarkan bernada serius. Sebab, kakek Trump yaitu Friedrich lahir di Jerman dan bermigrasi ke Amerika pada 1885.
Nilai Trump Rasis, CEO Siemens Protes KerasFoto: Twitter Joe Kaeser
Pekan lalu, Trump mengecam seorang wanita anggota kongres. Dalam akun twitternya, Trump mengatakan agar kembali ke daerah di mana mereka berasal. Meski Trump tidak secara terang-terangan menyebut siapa saja yang dimaksud, kemungkinan tulisan itu ditujukan untuk Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Ayanna Pressley dan Rashida Tlaib. Ocasio-Cortez, Pressley dan Tlaib dilahirkan dan dibesarkan di Amerika Serikat.

Atas komentarnya tersebut, Trump seolah dikutuk oleh pemimpin di Eropa termasuk perdana Menteri Inggris, Theresia May dan Kanselir Jerman, Angela Markel. May menyebut jika komentar tersebut sepenuhnya tak bisa diterima. Katanya dalam sebuah konferensi pers musim panas lalu.

Kembali ke Kaeser, dulu dirinya mengkritik kebijakan perdagangan Trump. Namun, dia juga memuji pemeriksaan pajak presiden 2017.


Saat ini, Siemens mempekerjakan lebih dari 50 ribu orang di Amerika. Perusahaan tersebut juga memiliku 60 lokasi manufaktur, digital dan R&D di negara tersebut. Siemens juga disebut telah menginvestasikan sekitarr $ 40 miliar atau sekitar Rp 556 triliun dalam kurun waktu 15 tahun.


Sementara itu, cabang Siemens di Amerika menghasilkan sekitar 4,3 miliar euro arau sekitar $ 4,8 miliar pada kuartal kedua 2019.

Pada bulan Mei, perusahaan mengumumkan akan memangkas 10 ribu pekerjanya di seluruh dunia. Ini dilakukan terkait restrukturisasi besar-besaran baik itu mencakup spin-off atau pemisahan usaha, gas serta pembangkit listrik.

[Gambas:Video CNBC]


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading