FBI Ternyata Cari 'Nuklir' Saat Acak-acak Rumah Donald Trump

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
12 August 2022 20:52
Mantan Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania Trump mengikuti peti mati Ivana Trump keluar dari Gereja Katolik Roma St. Vincent Ferrer selama pemakamannya pada 20 Juli 2022 di New York City. (Getty Images/Michael M. Santiago) Foto: Mantan Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania Trump mengikuti peti mati Ivana Trump keluar dari Gereja Katolik Roma St. Vincent Ferrer selama pemakamannya pada 20 Juli 2022 di New York City. (Getty Images/Michael M. Santiago)

Jakarta, CNBC Indonesia - Agen Federal Amerika Serikat (AS) atau FBI dilaporkanmencari dokumen yang berkaitan dengan senjata nuklir dalam penggeledahan rumah Mantan Presiden Donald Trump pada Senin, (8/8/2022).

Dalam pemberitaan Washington Post yang dikutip Reuters, tidak dijelaskan apakah dokumen itu berhasil diperoleh dari rumah Trump. Meski begitu, seorang sumber menyebut FBI telah berhasil mengambil sekitar 10 kotak dari properti Trump selama penggeledahan.

Departemen Kehakiman AS pun telah meminta seorang hakim pada hari Kamis, (11/8/2022) untuk mengumumkan surat perintah yang mengizinkan penggeledahan FBI terhadap kediaman Trump di Mar-a-Lago, Florida.


Permintaan Departemen Kehakiman ini berarti publik dapat segera mengetahui lebih banyak tentang apa yang dicari penyidik dalam penggeledahan rumah mantan presiden itu. Kejadian semacam ini diketahui belum pernah terjadi sebelumnya.

"Departemen tidak mengambil keputusan seperti itu dengan enteng. Jika memungkinkan, merupakan praktik standar untuk mencari cara yang tidak terlalu mengganggu sebagai alternatif pencarian, dan untuk mempersempit cakupan pencarian yang dilakukan," kata Jaksa Agung Merrick Garland dikutip Jumat, (12/8/2022).

Sementara itu, dalam penggeledahan tersebut, Trump diketahui tidak berada di Mar-a-lago. Meski begitu, ia sempat mengeluarkan pernyataan sanggahan pada Kamis malam kemarin.

"Saya tidak hanya tidak akan menentang pelepasan dokumen yang terkait dengan penyerangan dan pembobolan rumah saya di Palm Beach, Florida, Mar-a-Lago yang tidak Amerika, tidak beralasan, dan tidak perlu," ujarnya dalam keterangan resmi.

"Saya melangkah lebih jauh dengan MENDORONG pelepasan dokumen-dokumen itu, meskipun mereka telah dibuat oleh Demokrat kiri radikal dan kemungkinan lawan politik di masa depan, yang memiliki kepentingan pribadi yang kuat dan kuat untuk menyerang saya."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bill Gates Sebut Donald Trump Tak Becus, Ini Penyebabnya


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading