Minta yang Berani, Jokowi Tak Mau Ada Menteri yang 'Selow'

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
15 July 2019 10:28
Minta yang Berani, Jokowi Tak Mau Ada Menteri yang 'Selow'
Jakarta, CNBC Indonesia - Joko Widodo (Jokowi), Presiden terpilih 5 tahun ke depan menginginkan seorang Menteri yang lebih berani dalam mengeksekusi sebuah kebijakan penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik.

Hal tersebut ditekankan Jokowi saat membeberkan visi pembangunan Indonesia 2019 - 2024 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/7/2019).

"[...] Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya. Oleh sebab itu, butuh menteri yang berani. Yang berani," tegas Jokowi.


Keinginan Jokowi menginginkan seorang menteri yang berani memang bukan hal baru. Apalagi, kepala negara menginginkan kinerja pemerintah tak lagi linear, melainkan mampu memberikan terobosan konkret.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai, tataran eksekusi selama ini menjadi salah satu faktor yang menjadi kendala di pemerintahan. Kebijakan sudah cukup baik, namun kerap terhambat di-eksekusi.

"Selama ini kita selalu terkendala di tataran eksekusi. Banyak yang mampu berwacana, tapi tidak banyak yang mampu mengeksekusi," kata Piter saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Senin (15/7/2019).

Menurut Piter, dalam 5 tahun ke depan pemerintahan Jokowi sudah menegaskan akan meninggalkan pola lama dan memunculkan inovasi serta terobosan baru dalam menghadapi tantangan.

"Untuk mewujudkan itu semua, tidak cukup seorang Jokowi. Dia membutuhkan para menteri yang tidak hanya memahami visi Jokowi, tapi juga punya keberanian untuk mengeksekusi," jelasnya.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara tak memungkiri, ada beberapa faktor yang membuat kinerja para menteri terkesan lamban. Mulai dari kesibukan jelang pemilu, posisi menteri yang tak sesuai, hingga lemahnya koordinasi.

"Tersangkut kasus korupsi sehingga waktu habis untuk bolak balik ke KPK dan menyiapkan pembelaan dan terlalu banyak pencitraan tapi kerja konkretnya kurang," kata Bhima.


Minta yang Berani, Jokowi Tak Mau Ada Menteri yang 'Selow'Foto: Visi Joko Widodo (REUTERS/Willy Kurniawan)


Simak video pidato Jokowi di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC] (dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading