Round-Up

Usai Temui Jokowi, Prabowo Dikritik Pendukung 02 yang Kecewa

News - Redaksi, CNBC Indonesia
15 July 2019 07:15
Usai Temui Jokowi, Prabowo Dikritik Pendukung 02 yang Kecewa
Jakarta, CNBC Indonesia - Pertemuan mantan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan presiden RI terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (13/7/2019), masih menyisakan cerita. Salah satu yang terekam adalah kekecewaan para pendukung setia pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 lalu.

Misalnya, Persaudaraan Alumni (PA) 212. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin menilai pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (13/7/2019) itu telah menentukan arah perjuangan mereka.

"PA 212 sudah kembali kepada khitah (cita-cita) semula, yaitu sudah tidak lagi bersama partai mana pun, juga Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi)," ujar Novel dilansir detik.com, Minggu (14/7/2019).


Menurut dia, ada sejumlah alasan di balik sikap itu. Salah satunya karena ada dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2019 lalu. Belum lagi ada ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meregang nyawa.

"Buat kami perjalanan perjuangan ini harus berlanjut," kata Novel.

Lebih lanjut, dia mengatakan, PA 212 akan tetap berada di barisan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. PA 212 masih menunggu arahan lebih lanjut dari Habib Rizieq maupun ulama lainnya.



Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai pertemuan antar-pemimpin, dalam hal ini Prabowo dan Jokowi, telah membawa kesejukan. Menurut Mardani, akan baik jika Prabowo menyatakan sikap sebagai oposisi.

"Jika pertemuan tidak diikuti dengan deklarasi #KamiOposisi, akan membuat kekecewaan pendukung. Dan PKS yakin Pak Prabowo dan pendukungnya akan bersama #KamiOposisi, karena oposisi itu baik dan oposisi itu mulia," ujar Mardani.



Di media sosial Twitter, netizen alias warganet banyak yang menyerang akun Twitter resmi Gerindra (@Gerindra). Dilansir CNN Indonesia, semua berawal dari pernyataan @andrebirumuda yang mempertanyakan sikap Prabowo menemui Jokowi. .

Akun Gerindra pun menjawab pertanyaan Andre dengan mencoba menjelaskan maksud Prabowo rekonsiliasi. Gerindra menyatakan bahwa Prabowo memutuskan rekonsiliasi karena tak ingin ada korban dari rezim yang sedang berjalan.

Akun Gerindra juga memastikan meski rekonsiliasi berlanjut, Prabowo tetap memperjuangkan hak rakyat Indonesia. Jawaban itu menuai respons banyak netizen. Salah satunya akun Melidya Sari @Orangberiman6.

"Kalau jatuh korban jangan nanggung, sekalian semua turun revolusi, rebut kekuasaan, depan mata anda di tipu, digebukin, jatuh korban, lalu anda diam dan malah melakukan undertable politik dibalik layar. Maaf, selamat tinggal @prabowo," tulis dia.

Foto: Jokowi Bertemu Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Sabtu (13/7) (AP Photo/Dita Alangkara)


Juru Bicara Partai Gerindra Andre Rosiade memastikan tujuan Prabowo memenuhi undangan Jokowi hanya untuk kepentingan bangsa.

"Hanya sebatas itu. Tidak ada udang di balik batu," katanya.

Menurut dia, pertemuan itu sudah direncanakan Prabowo dan Jokowi usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, karena terbentur ketidakcocokan waktu, pertemuan baru berlangsung kemarin.

"Sudahlah, kita apresiasi saja. Ini pertemuan kebangsaan untuk harapan Indonesia jadi guyub. Saya sebagai kader Partai Gerindra sangat apresiasi langkah yang dilakukan Pak Prabowo. Pertemuan hari ini menunjukkan beliau bukan hanya politisi, tapi seorang patriot dan negarawan," ujar Andre.



Mantan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta kepada para pendukung Prabowo-Sandi untuk tidak menyalahkan persona.

"Jangan marah pada Pak Prabowo, jangan marah kepada saya. Tapi ini harus kita salurkan kepada sesuatu yang positif untuk mewujudkan cita-cita dan gagasan," ujar Sandi kepada wartawan di Cikini, Jakarta, Minggu (14/7/2019).

Ia mengaku akan menenangkan para pendukung yang kecewa seraya menjelaskan maksud dari pertemuan Prabowo dan Jokowi.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading