Sehari Usai Bertemu Jokowi, Prabowo: Tak Ada Tawar-menawar!

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
14 July 2019 16:28
Sehari Usai Bertemu Jokowi, Prabowo: Tak Ada Tawar-menawar!
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan tidak ada tawar-menawar terkait cita-cita yang dipegang teguh selama ini. Demikian disampaikan melalui akun instagramnya, Minggu (14/7/2019).

Unggahan ini merupakan unggahan perdana akun tersebut, usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin. Meski begitu, Prabowo tidak menjelaskan unggahan ini ada kaitannya dengan pertemuan tersebut atau tidak.

"Seluruh hidup saya telah saya persembahkan kepada kepentingan Bangsa dan Republik Indonesia," tulis Prabowo.


"Saya tidak akan pernah tawar-menawar terhadap cita-cita dan nilai yang saya pegang yaitu Indonesia yg merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Indonesia yang berdiri diatas kaki kita sendiri. Rakyat Indonesia yang menikmati hasil kekayaan dari Indonesia sendiri. Indonesia yang utuh dari Sabang sampai Merauke, Bhinneka Tunggal Ika yang berdasarkan UUD 45," lanjut.

[Gambas:Instagram]

Keterangan tersebut dibubuhkan bersamaan dengan sebuah gambar ilustrasi karya akun bernama. @evysdesigno. Dalam keterangannya, Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada akun tersebut atas karya ilustrasinya.

Sang pemilik akun yang 'dicolek' Prabowo yakni Evy Saefullah. Sebelumnya, melalui akun @evysdesigno, gambar tersebut lebih dulu diunggah.

"Thank you mr. @prabowo @sandiuno you win our heart, we stand with you," tulis akun tersebut pada 28 Juni 2019.

Sebagaimana diketahui, Prabowo dan Jokowi akhirnya berjumpa. Berawal dari Stasiun MRT Lebak Bulus Grab, Jokowi dan Prabowo lantas duduk berdampingan sembari berbincang di dalam ratangga yang membawa mereka ke Stasiun MRT Senayan. Tiba di Senayan, keduanya melanjutkan silaturahim di salah satu restoran di sebuah mall di wilayah tersebut.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo telah lama dinantikan banyak kalangan. Sebab, hal itu diyakini bisa menjadi penentu rekonsiliasi antara para pendukung yang terbelah saat Pilpres 2019 lalu. Keinginan itu pun tergambar dari pernyataan Jokowi maupun Prabowo kemarin.

Dalam keterangan pers di Stasiun MRT Lebak Bulus Grab, Jokowi membenarkan pilpres lalu menghadirkan kompetisi yang keras antara kedua kubu. Oleh sebab itu, Jokowi bersyukur silaturahim bisa dilakukan pada hari itu.

"Dan kita juga berharap agar para pendukung juga melakukan hal yang sama karena kita adalah negara sebangsa dan setanah air. Tidak ada lagi yang namanya 01 tidak ada lagi yang namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya cebong. Tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah garuda. Garuda pancasila," ujar eks Wali Kota Solo itu.

"Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan kita sebagai sebagai sebuah bangsa. Karena kompetisi global dan antarnegara sekarang ini semakin ketat sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam membangun negara yang kita cintai," lanjut Jokowi.

Detik-detik Pertemuan Jokowi & Prabowo
[Gambas:Video CNBC]

Hal senada disampaikan Prabowo. Ia membenarkan dalam Pilpres lalu kompetisi berlangsung keras. Namun, menurut dia, semua warga negara tetap berada dalam kerangka keluarga besar NKRI.

Saya mengerti banyak yang mungkin masih emosional. Kita mengerti banyak hal yang kita harus perbaiki. Intinya saya berpendapat bahwa antara pemimpin kalau hubungannya baik kita bisa saling ingatkan.

Kalau beliau mau ketemu saya, ya saya akan manfaatkan untuk menyampaikan hal-hal demi kebaikan bersama. Jadi saya ucapkan selamat bekerja," ujar Prabowo.

"Menjadi presiden itu mengabdi. Masalah yang dipikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan. Mohon maaf kalau kira mengkritisi bapak sekali-sekali. Jadi saya sangat setuju. Sudah tak ada cebong-cebong, tak ada kampret-kampret. Semuanya merah putih," lanjutnya.

(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading