Setelah Diskon 50% Tiket LCC, Lalu Selanjutnya Apa?

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 July 2019 20:23
Setelah Diskon 50% Tiket LCC, Lalu Selanjutnya Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri penerbangan tanah air menghadapi dilema. Masyarakat menginginkan harga tiket pesawat yang terjangkau, namun di sisi lain maskapai juga harus menjaga kelangsungan bisnis yang sudah tertekan karena harga avtur dan lainnya.

Melalui berbagai kebijakan, pemerintah telah mencoba menurunkan harga tiket pesawat yang mahal dengan mengatur ulang tarif batas atas dan bawah hingga meminta maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier menurunkan harga tiket hingga 50%.


Namun, kebijakan ini dinilai masih belum menyentuh sasaran jangka panjang untuk membenahi industri penerbangan nasional. Apalagi selanjutnya, setelah diskon 50%?

Susiwijono, Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian menjelaskan, memang fokus pemerintah saat ini adalah efisiensi, sembari terus mengevaluasi industri penerbangan tanah air melalui kebijakan yang sifatnya jangka pendek.

"Bagaimanapun pemerintah wajib menjaga apalagi ini flight carrier. Kita masih pikirkan terus dan mungkin fokusnya baru yang jangka pendek ini," kata Suswijono saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Suswijono, opsi mengundang maskapai asing untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat maskapai tanah air juga bukan perkara mudah dan belum menjadi opsi pemerintah untuk strategi jangka panjang. Misalnya saja, kata Suswijono, maskapai asing akan terganjal pelbagai regulasi di dalam negeri seperti kriteria Daftar Negatif Investasi (DNI). 

"Belum tentu juga asing juga tertarik masuk marketnya seperti ini. Udah supaya kompetisi lebih mudah undang maskapai asing aja, nggak sesederhana itu," ujarnya.

Efisiensi itu, kata dia bisa dilihat bukan hanya pemotongan struktur biaya maskapai, melainkan juga misalnya kolaborasi sumber daya manusia. Sederhananya, jika maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Lion Air Group memiliki teknisi khusus di setiap pesawat, untuk jenis yang sama bisa dikolaborasikan.

Saat ini, jika dilihat dari strukturnya, kontribusi biaya avtur tetap menjadi yang terbesar dalam pembentukan harga tiket maskapai yakni mencapai 30-31%, diikuti biaya leasing atau penyewaan pesawat 20-24%, perawatan dan penyediaan suku cadang (sparepart & maintenance) 16-20%, pengelolaan SDM 14-16% dan passenger service charge sekitar 0,7-6%.

Dengan demikian diharapkan, banyak komponen yang dipangkas dan struktur biaya menjadi lebih efisien. "Banyak komponen yang masih bisa kita efisienkan lagi" jelasnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memang mengatakan, pemerintah akan menelurkan kebijakan yang mendorong efisiensi supaya masyarakat mendapatkan pelayanan angkutan udara yang murah.



(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading