Duh, Investasi Minerba Semester I Masih Meleset Jauh

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
11 July 2019 17:56
Duh, Investasi Minerba Semester I Masih Meleset Jauh
Jakarta, CNBC Indonesia - Realisasi investasi di sektor minerba masih jauh dari target. Hingga 10 Juli 2019, Kementerian ESDM mencatat investasi di sektor pertambangan ini baru sebesar US$ 2,19 miliar.

Angka itu setara dengan 35,49% dari target investasi tahun ini yang sebesar US$ 6,17 miliar. 

Namun, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono masih yakin dan optimistis target tersebut akan bisa tercapai pada akhir tahun nanti.




"Yang baru tercatat di kami ya segitu, semoga tercapai," kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, investasi di sektor minerba tersebut sangat dipengaruhi oleh harga komoditas. Adapun, ia memprediksi, investasi di sektor pertambangan baru akan terdongkrak di kuartal akhir 2019 ini.

"Investasi kan berbanding lurus dengan harga, kalau harga bagus kan kerjanya lebih dalam," tuturnya.

Bambang menyampaikan, investasi di sektor pertambangan juga banyak berasal dari pengerjaan konstruksi dan ekspansi tambang. Namun, investasi untuk smelter masih memegang porsi yang dominan.

Adapun, jika dilihat per sektor, Bambang menilai, investasi di sub sektor mineral memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan batubara. Hal itu disebabkan, investasi mineral didorong oleh pembangunan smelter.

"Saya tidak ingat porsinya, tapi lebih besar investasi dari mineral," tambah Bambang.

Dengan mengandalkan itu, Kementerian ESDM memproyeksikan akan ada kenaikan investasi pada 2020 nanti. Dibandingkan tahun ini, target investasi tahun depan direncanakan mencapai US$ 8,87 miliar.

"Investasi terbesar tahun 2020 didominasi dari proyek smelter," pungkas Bambang. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading