Demi Kebijakan 'Gila', Jokowi Bakal Ganti Menteri?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
02 July 2019 13:01
Demi Kebijakan 'Gila', Jokowi Bakal Ganti Menteri?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengambil keputusan 'gila' dalam lima tahun kedua periode kepemimpinan, apalagi jika itu berkaitan dengan kepentingan nasional.

Salah satu kebijakan 'gila' yang akan dikeluarkan Jokowi, yakni berkaitan dengan kebijakan ekonomi yang selama ini masih dianggap sebagian pengusaha nasional belum cukup untuk memacu roda perekonomian.

Persoalan ini pun memantik pertanyaan, apakah keputusan gila yang dimaksud kepala negara adalah mengganti para menteri yang dianggap tak becus mengelola masalah perekonomian nasional?




Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko pun angkat bicara mengenai beredarnya isu pergantian menteri di periode kedua Jokowi. Menurut dia, situasi saat ini masih dinamis, dan dapat berubah-ubah sewaktu-waktu.

"Namanya isu, kan berganti. Gak usah terlalu ditanggepi. Enggak usah terlalu berganti. Hampir tiap minggu berubah. Belum-belum [ada pergantian menteri]," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Lagipula, sambung dia, perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai kepala negara. Menurut dia, Jokowi sendiri yang akan memutuskan kabinetnya sendiri di periode kedua.



Sebagai informasi, Jokowi dalam berbagai kesempatan tak memungkiri bahwa sejumlah kebijakan yang sudah dikeluarkan rezim pemerintahannya pada periode pertama kepemimpinannya kurang nendang.

"Kebijakan investasi, urusan perizinan, tidak ada tendangan apa-apa. Menurut saya, selama ini," kata Jokowi di depan para menteri Kabinet Kerja saat rapat terbatas di Kantor Presiden, beberapa waktu lalu.

Munculnya kritik keras Jokowi terhadap para menteri bukan tanpa alasan. Loyonya kinerja ekspor dan investasi membuat neraca transaksi berjalan Indonesia terus-terusan mengalami defisit karena arus devisa yang keluar lebih besar.


Jokowi Bakal Reshuffle Kabinet Demi Kebijakan 'Gila'?Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden


Deputi Bidang Kajian dan Pengeloaan Isu-Isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Kepresidenan Denni Prubasari pun buka suara mengenai hal ini. Ada sejumlah kriteria yang dianggap pas untuk mengakomodir kebijakan Jokowi ke depan.


"Pak Jokowi man of execution. Beliau pebisnis, beliau ingin eksekusi cepat dan ingin punya eksekutor cepat," kata Denni saat berbincang dengan tim CNBC Indonesia.




Denni mengaku tak mengetahui secara pasti langkah 'gila' apa yang dimaksud Jokowi. Namun, keinginan Jokowi untuk periode kedua cukup jelas, yakni meninggalkan sebuah warisan yang bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat.


"Saya gak bisa buka dulu, tapi karena ini periode kedua, komitmen beliau adalah meninggalkan legacy. Eksekusi kuncinya," tegas Denni.

"Karena kita tahu, bahwa pak Jokowi mengatakan kalau itu gila, tapi bermanfaat buat masyarakat, i will do it. Katanya. Ini dikaitkan dengan gak ada peirode ketiga, dan mau meninggalkan legacy, yang tidak populis pun diambil," kata dia.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading