Astaga! India Alami Kekeringan Parah 5 Tahun, Panen Terancam

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
01 July 2019 12:52
Astaga! India Alami Kekeringan Parah 5 Tahun, Panen Terancam
Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Meteorologi India (IMD) melaporkan negeri itu mengalami musim paling kering terparah selama 5 tahun terakhir pada Juni lalu dan dikhawatirkan akan berdampak pada panen raya dan perekonomian India secara luas.

Penyebab musim kemarau panjang ini karena hujan monsun hingga kini belum juga turun. Hujan monsun adalah hujan yang disertai angin monsun.

Data IMD, seperti dikutip Reuters dan The Star, mengungkapkan, secara keseluruhan, hujan monsun terjadi sepertiga lebih rendah dari rata-rata, meskipun di beberapa negara di India, termasuk tempat tumbuhnya tebu di negara bagian utara Uttar Pradesh, hujan monsun turun 61% lebih rendah.


Sekitar 55% dari tanah subur di India adalah wilayah tadah hujan, dan sektor pertanian di negeri Hindustan ini membentuk sekitar 15% dari ekonomi India, negara terbesar ketiga di Asia, yang ekonominya sudah mengalami perlambatan.

Sejumlah analis menilai jika hujan tidak membaik selama 2-3 minggu ke depan, India bisa menghadapi krisis yang menghantam panen raya dan menyebabkan terganggunya ekonomi termasuk di perdesaan.

Selain itu, perusahaan yang menjual segala sesuatu mulai dari traktor, pupuk, barang konsumen hingga para petani juga akan rentan terkena dampaknya.


Data Kementerian Pertanian India mencatat, para petani telah menanam tanaman di 14,7 juta hektare pada 28 Juni lalu, turun hampir 10% dari tahun 2018.

Sebelumnya, CNN juga memberitakan pada 20 Juni lalu, k
ota keenam terbesar di India, Chennai, juga mengalami kekeringan akibat gelombang panas yang meningkat di wilayah tersebut. Akibatnya, jutaan warga kekurangan pasokan air.

Kekeringan juga melanda waduk Chembarambakkam yang merupakan salah satu sumber air di wilayah Chennai yang berpenduduk 4,6 juta itu. Waduk tersebut kini kering dengan keadaan tanah yang retak akibat sengatan panasnya matahari.

Alhasil, hanya seperempat dari total rumah tangga di India yang memiliki persediaan air minum di rumah. Sementara, sekitar 200.000 orang lainnya meninggal setiap tahunnya akibat kekurangan air atau mengkonsumsi air kotor.

Sementara, sejumlah keluarga di salah satu permukiman kumuh di Chennai hanya mendapat jatah air sekitar 30-40 liter (8-10 galon) setiap harinya.

"Hal ini semakin menjadi persoalan yang melanda India. Bangalore, Chennai, Mumbai dan Delhi, mereka semua muncul di berita dengan alasan yang sama. Mereka kekurangan air," ujar Jyoti Sharma selaku pendiri sekaligus kepala FORCE, organisasi non-pemerintah India yang mengurus konservasi air, dikutip CNN Indonesia.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading