Sidang Gugatan Prabowo di MK

Saat Putusan MK, Apakah Prabowo Ada di Indonesia?

News - Redaksi, CNBC Indonesia
26 June 2019 11:46
Pihak MK bilang bila saat pembacaan putusan pihak terkait bisa hadir maka sangat baik sekali. Foto: Suasana sidang sengketa pilpres di gedung MK, beberapa waktu lalu. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Putusan sidang gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) akan dibacakan Kamis (27/6) siang. Pihak penggugat, dalam hal ini Prabowo Subianto, tentu punya kepentingan untuk mengetahui hasilnya.

Sebagai penggugat, Prabowo sempat ke Eropa dan belum diketahui di mana capres nomor urut 02 itu berada sekarang. Ketua Umum Partai Gerindra itu sempat terbang ke salah satu negara di benua Eropa, yakni Jerman pada Kamis (21/6) didampingi asisten pribadinya.


Jubir BPN Andre Rosiade menyebut kunjungan Prabowo ke Jerman untuk kepentingan medis hingga bisnis. Andre sempat menyatakan Prabowo akan pulang sebelum sidang di MK. Saat itu, belum ada tanggal pasti kapan majelis hakim akan membacakan putusan.

"Kira-kira beberapa hari. Sebelum tanggal 28 udah pulang," ujar Andre sebelum ada keputusan perubahan jadwal pembacaan putusan di MK.

Setelah ada perubahan jadwal pembacaan putusan di MK, kapan Prabowo akan pulang?

"Ya mungkin disesuaikan kepulangannya," kata Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi, Selasa (25/6/2019) seperti dikutip dari detikcom.

Namun, kala dikonformasi apakah Prabowo akan pulang dari Eropa pada Rabu (26/6) ini, Dasco tak bisa memastikannya.

"Belum dikabari," katanya.




Juru bicara MK Fajar Laksono mengatakan pembacaan putusan gugatan hasil pilpres digelar pada Kamis, 27 Juni, pukul 12.30 WIB, murni pertimbangan internal majelis hakim.

Ada harapan Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pihak terkait bisa hadir dalam sidang pembacaan putusan di MK besok. Meski kehadiran paslon dalam sidang pembacaan putusan MK memang sudah terwakili kuasa hukum, kehadiran Jokowi-Prabowo bisa jadi momen bagus dan MK ingin keduanya bisa berpelukan.

"Tapi kalau pun hadir itu tentu sangat bagus momentumnya. Bagaimana kemudian Mahkamah Konstitusi menutup persidangan sengketa Pilpres ini disertai dengan misalnya kedua pasangan calon bersalaman, berpelukan dan seterusnya itu sangat baik," ujar Fajar.

[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dituding Prabowo Gelembungkan 22 Juta Suara Jokowi, KPU: Aneh


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading