Ironis, Bomber Kartasura Solo Nyicil Beli Bom Pakai Duit Ibu

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
05 June 2019 - 13:36
Ironis, Bomber Kartasura Solo Nyicil Beli Bom Pakai Duit Ibu
Jakarta, CNBC Indonesia- Rofik Asharuddin, pelaku bom bunuh diri gagal di Kartasura, Sukoharjo, ternyata membeli bahan peledak dengan meminta uang dari ibunya.

Rofik yang baru berusia 23 tahun juga telah dibaiat oleh pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi dan sudah menyiapkan aksinya sejak 2018.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel menjelaskan hasil investigasi dari kasus tersebut. Pertama yaitu barang elektronik yang dibawa pelaku di lokasi sama dengan yang ditemukan di rumah pelaku yang tidak jauh dari lokasi.


"Menyimpulkan bahwa barang-barang elektronik rangkaian bom yang ditemukan materialnya sama persis dengan yang ditemukan di rumah yang bersangkutan," kata Rycko di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, seperti dikutip dari detikcom Rabu (5/6/2019).


Hasil investigasi lainnya ternyata RA berkomunikasi dengan pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi lewat Facebook sejak tahun 2018 dan dibaiat. Ia didoktrin dengan ajaran yang penuh kekerasan.

"Kedua, pelaku sejak 2018 aktif komunikasi melalui medsos dan internet. Berkomunikasi dengan pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. 2018 akhir berbaiat kepada Baghdadi," jelasnya.

Ia sempat mengajak ayah, ibu, dan kakaknya untuk bergabung dengannya tapi ditolak. Pelaku kemudian belajar membuat bahan peledak dengan membuat petasan dan diledakkan di lahan belakang rumah.

Ironis, Bomber Kartasura Solo Nyicil Beli Bom Pakai Duit IbuFoto: Ledakan di Kartasura, Senin (3/6/2019). (Foto: detikcom/Bayu Ardi Isnanto)

"Kemudian diajarkan cara membuat bahan peledak. Diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya, membuat mercon dibagi ke anak-anak, latihan di belakang rumah yang ada sawah. Akhirnya buat bom seperti yang digunakan 2 hari lalu," terang Kapolda.

RA kemudian melakukan aksi seorang diri dengan anggapan aksinya adalah tindakan amaliyah seperti yang diajarkan ISIS. Pemuda itu bahkan sudah menyiapkan bom sejak 2018 dengan mencicil bahan-bahan yang dibeli dengan uang ibunya.



"Dia minta uang sama ibunya. Hanya dari ibunya. Beli alat dicicil sejak 2018, beli elektronik, bahan kimia untuk jadi black powder, kemarin casingnya panci, kalau panci ada di rumah. Dia meledakkan manual. Orangtua sudah ingatkan agar tidak buat-buat mercon, tahunya mercon besar," jelas Rycko.

"Sasarannya polisi, bukan masyarakat," imbuhnya. (dob/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading