Dituding Rezim Korup oleh Tim Prabowo, Jokowi: 'Gak Baik Itu

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
27 May 2019 10:07
Dituding Rezim Korup oleh Tim Prabowo, Jokowi: 'Gak Baik Itu
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai tudingan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto soal rezim pemerintah saat ini yang dinilai korup.

Bambang atau biasa disapa BW adalah Ketua Tim Kuasa Hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam kaitannya dengan gugatan sengketa Pilpres 2019 yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat pekan lalu, 24 Mei 2019.

Ketika menghadiri acara buka puasa di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jokowi menilai bahwa tidak semua pihak pantas merendahkan sebuah institusi negara.


"Ya jangan senang merendahkan sebuah institusi. Saya kira enggak baik," kata Jokowi, Minggu (26/5/2019).

"Apapun lembaga yang ada, dibentuk oleh ketatanegaraan kita agar memiliki sebuah trust dari publik," tegas mantan Walikota Solo itu.

Bambang melontarkan pernyataan soal rezim korup ini saat membawa berkas gugatan sengketa Pilpres 2019 ke MK, pekan lalu.


Foto: Kuasa Hukum BPN Prabowo-Sandi/Muhammad Sabki/CNBC Indonesia


Dalam pernyataannya kepada media, Bambang meminta agar MK tidak menjadi bagian dari rezim yang korup, di mana pernyataan ini juga sekaligus tertuang dalam berkas permohonan perselisihan hasil Pemilihan Umum 2019.

Namun, Jokowi menegaskan tidak sepatutnya institusi negara direndahkan seperti itu. Seharusnya, tokoh elite dan tokoh politik dapat memberikan teladan yang baik dalam penegakan konstitusi dan penghormatan terhadap sistem tata negara.

"Jangan sampai direndahkan, dilecehkan seperti itu. Saya kira enggak baik. Pada siapapun ya," kata Jokowi.

Jumat pekan lalu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga secara resmi mengajukan gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 ke MK. Ada delapan kuasa hukum yang akan mengawal proses gugatan sengketa Pilpres 2019 ini hingga selesai, dipimpin oleh BW.

BW adalah mantan Wakil Ketua KPK sejak 2011 hingga 2015. BW adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta dan cukup lama berkiprah di YLBHI sejak tahun 1984 dan pernah mengabdi di LBH Jayapura, tahun 1986-1993.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading