China Ancam tak Mau Lanjutkan Perundingan Dagang dengan AS

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
24 May 2019 - 06:52
China Ancam tak Mau Lanjutkan Perundingan Dagang dengan AS
Jakarta, CNBC Indonesia - China menyampaikan pernyataan keras terkait perang dagangnya dengan Amerika Serikat (AS). Kementerian Perdagangan mengatakan tindakan perdagangan terbaru AS menghambat terjadinya negosiasi dengan China.

"Jika AS ingin terus melanjutkan perundingan, AS harus dengan tulus menyesuaikan tindakan-tindakannya yang salah. Hanya dengan itulah perundingan dapat kembali berlanjut," kata juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng, Kamis (23/5/2019), dilansir dari CNBC International.



Ia memang tidak langsung menyebut tindakan AS mana yang telah membuat China kesal. Namun, ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu telah meninggi dalam beberapa pekan terakhir.


Presiden AS Donald Trump awal bulan ini mengatakan China telah mundur dari kesepakatan yang sedikit lagi tercapai. Ia kemudian resmi menaikkan bea impor terhadap produk China senilai US$200 miliar pada 10 Mei.

Beijing tak mau diam saja dan mengumumkan kenaikan bea masuk barang-barang AS senilai US$60 miliar mulai 1 Juni mendatang.

China Ancam tak Mau Lanjutkan Perundingan Dagang dengan ASFoto: Infografis/Perang Dagang/Edward Ricardo

Selain itu, Washington juga menghantam China dengan memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam (blacklist) perdagangan. Blacklist tersebut akan membatasi kemampuan Huawei untuk membeli teknologi AS dan perusahaan-perusahaan Amerika mungkin harus mendapatkan persetujuan pemerintah untuk memasok komponen ke raksasa teknologi China tersebut.

AS disebut-sebut akan memasukkan perusahaan China lainnya, Hikvision, ke dalam daftar tersebut.

"Serangan AS terhadap perusahaan-perusahaan China tidak hanya menyebabkan kerusakan serius pada kerja sama komersial normal kedua negara namun juga menjadi ancaman besar bagi keamanan industri dan rantai pasokan global," kata Gao.


"China dengan tegas melawan ini. Kami akan mengamati perkembangannya dengan ketat dan membuat persiapan yang cukup," lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa semua perusahaan asing di China akan dilindungi oleh pemerintah. Terkait beberapa permasalahan yang dialami perusahaan asing, Gao mengatakan China tengah berupaya menyelesaikannya dan meningkatkan iklim bisnisnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ia belum menjadwalkan perjalanan ke Beijing untuk melakukan negosiasi. Trump mengatakan ia berencana bertemu Presiden China Xi Jinping di sela-sela pertemuan G20 di Jepang akhir Juni.


Saksikan video pernyataan Gao mengenai dampak bea impor terhadap perdagangan global berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading