Mantan PM Australia Bob Hawke Meninggal di Usia 89 Tahun

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
17 May 2019 11:27
Mantan PM Australia Bob Hawke Meninggal di Usia 89 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia- Perdana Menteri Australia dari 1983-1991, Bob Hawke, meninggal dunia di usia 89 tahun pada Kamis (16/5/2019).

Kabar duka ini disampaikan oleh keluarga Bob Hawke. "Hari ini kami kehilangan Bob Hawke, pria Australia yang hebat - banyak yang mengatakan dia adalah orang Australia terhebat di era pasca-perang," ujar Blance d'Alpuget, penulis biografi sekaligus istri Bob Hawke.

Selama hidupnya, Hawke dikenal sebagai politisi sayap kiri yang transformatif dan terangkat dengan aksi "Larrikin"-nya. Banyak juga pihak yang memuji sikap Hawke, mengatakan sikap baiknya lah yang membuatnya memenangkan hati para pemilih kelas pekerja.



 
Bahkan, Perdana Menteri Scott Morrison memuji kemampuan Hawke untuk berbicara kepada semua warga Australia.
 
"Bob Hawke adalah orang Australia hebat yang memimpin dan melayani negara kami dengan semangat, keberanian, dan semangat intelektual yang membuat negara kami lebih kuat," katanya di media sosial, mengutip CNBC International.
 
Kematian Hawke terjadi menjelang pemilihan umum hari Sabtu. Padahal, oposisi Partai Buruhnya hampir unggul dalam pemilihan.
 
"Rakyat Australia mencintai Bob Hawke karena mereka tahu Bob mencintai mereka, ini akan terus begini," kata pemimpin partai buruh Bill Shorten dalam sebuah pernyataan.
 
Hawke mendapatkan julukan "Larrikin" atau bajingan yang disukai, karena memecahkan rekor dunia dengan minum "yard" atau bir 1,4 liter dalam 11 detik saat berada di Universitas Oxford.

Mantan PM Australia Bob Hawke Meninggal di Usia 89 Tahun Foto: former Prime Minister Bob Hawke (Alan Porritt/Pool Photo via AP, File)

 
Pria dengan nama asli Robert James Lee Hawke ini merupakan seorang mantan pemimpin serikat pekerja. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 1980 dan dinobatkan sebagai pemimpin Partai Buruh kiri tengah kurang dari sebulan sebelum pemilihan umum pada tahun 1983 terlaksana.
 
Para pemilih membuat Hawke dan Partai Buruh menang telak melawan pemerintah konservatif yang dipimpin oleh Malcolm Fraser, yang telah berkuasa selama hampir satu dekade. Hawke menjadi perdana menteri Australia ke-23.
 
"Saya menganggap Bob Hawke sebagai perdana menteri dari partai Buruh terbaik yang pernah dimiliki negara ini," kata mantan pemimpin konservatif John Howard, yang menjabat sebagai bendahara Fraser, tahun ini.
 
Hawke yang selama masa jabatannya harus mengendalikan ekonomi saat resesi dengan angka pengangguran dan inflasi yang mencapai dua digit, memilih deregulasi ekonomi yang mengancam hubungannya dengan serikat pekerja terbesar di Australia.
 
Hawke memenangkan dukungan dari sayap politik karena berhasil menguatkan dolar Australia, menghilangkan kendali atas valuta asing dan suku bunga, dan menurunkan tarif impor dalam beberapa bulan sejak pelantikannya.
 
Reformasi itu memicu gelombang pertumbuhan ekonomi, memungkinkan Hawke untuk memperkenalkan perawatan kesehatan universal, memperkuat jaminan sosial untuk keluarga miskin dan memberlakukan undang-undang lingkungan yang lebih kuat.
 
Upaya melawan apartheid
 
Dalam beberapa bulan sejak Hawke menjadi perdana menteri, Australia memenangkan Piala Amerika dalam olahraga berlayar pada tahun 1983, mengakhiri kedudukan AS yang sudah mendominasi trofi tertua dalam olahraga dunia itu, selama 132 tahun.
 
Hawke memimpin perayaan itu, membuat bangga orang yang suka mengadakan pesta pora dengan menyatakan kalimat ini di televisi: "Setiap bos yang memecat seorang pekerja karena ia tidak hadir, adalah pimpinan yang tak becus!"
 
Australia juga membuat kemajuan di panggung internasional di bawah pimpinan Hawke, yang mengabaikan prioritas diplomatik dari Inggris, dengan membina hubungan yang lebih dekat dengan Amerika Serikat, China, Jepang, dan Asia Tenggara.
 
Dia juga mempelopori upaya internasional untuk menjatuhkan sanksi ekonomi pada Afrika Selatan untuk kamun apartheid.
 
Hawke mengikuti pemilihan pada pertengahan 1980-an dan memenangkan pemilihan kembali pada tahun 1987 meskipun terjadi penurunan ekonomi.
 
Dia memenangkan pemilihan keempat pada tahun 1990 untuk menjadi perdana menteri Partai Buruh terlama di Australia, tetapi popularitasnya mulai berkurang di tengah resesi.
 
Paul Keating, bendahara Hawke dan arsitek kebijakan ekonomi Partai Buruh, mendesaknya untuk mengundurkan diri saat posisinya melemah.
 
Namun, saat tidak ada tanda bahwa Hawke akan pensiun, Keating menantangnya untuk kembali memimpin pada tahun 1991. Hawke menerima tantangan itu, tetapi akhirnya keluar dari politik tiga bulan kemudian.
 
Hawke menceraikan istrinya yang sudah ia nikahi selama hampir 40 tahun, Hazel Masterson, setelah meninggalkan politik dan kehidupan publik dan menikahi penulis biografinya, Blanche d'Alpuget. Dia muncul sebagai komentator media dan disenangi sebagai pembicara publik.

[Gambas:Video CNBC]

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading