Realisasi APBN per April 2019

Ekonomi Waspada, Ini Realisasi APBN dari Sri Mulyani

News - Lidya Kembaren, CNBC Indonesia
16 May 2019 17:14
Ekonomi Waspada, Ini Realisasi APBN dari Sri Mulyani
Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi ekonomi terkini tidak begitu baik. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan kewaspadaannya terhadap kondisi ekonomi global dan dalam negeri, yang menurutnya memerlukan perhatian khusus.


Pendapatan negara tercatat Rp 530,7 triliun hingga akhir April 2019. Ini 24,5% dari target APBN. Rincian pendapatan ini terdiri dari, pendapatan dalam negeri Rp 530,4 triliun pada periode tersebut, atau 24,5% dari target APBN.

Penerimaan perpajakan yang masuk di dalamnya jumlahnya Rp 436,4 triliun pada akhir April 2019 atau 24,4% dari target APBN. Pendapatan pajak di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencapai Rp 387 triliun atau 24,5% dari target APBN. Sementara pendapatan cukai di bawah Ditjen Bea dan Cukai mencapai Rp 49,4 triliun atau 23,7% dari target APBN.


Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga akhir April 2019 tercatat Rp 94 triliun atau 24,8% dari target APBN.

Belanja negara hingga akhir April 2019 tercatat Rp 631,8 triliun atau 25,7% dari target APBN.



Ini terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 370 triliun atau 22,67% dari target APBN. Belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp 201,1 triliun atau 23,5% dari target. Kemudian belanja non K/L yang nilainya Rp 168,9 triliun atau 21,7% dari target APBN.

Kemudian ada juga transfer ke daerah yang realisasinya Rp 261,7 triliun atau 31,7% dari target APBN.

Keseimbangan primer tercatat minus Rp 18,4 triliun. Berarti pemerintah masih gali lubang tutup lubang, alias membayar bunga utang dengan utang baru.

Kondisi APBN 2019 per akhir April 2019 tercatat defisit Rp 101 triliun atau 0,63% dari PDB.

"April ini pembiayaan lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 194 triliun. Sekarang Rp 145 triliun," ujarnya. (wed/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading