Perang Dagang AS- China

Trump Ancam China: Sepakat Sekarang atau Makin Babak Belur!

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
12 May 2019 09:58
Trump Ancam China: Sepakat Sekarang atau Makin Babak Belur!
Jakarta, CNBC Indonesia- Perang dagang antara dua negara raksasa yakni Amerika dan China semakin memanas. Presiden Donald Trump meminta China agar sepakat negosiasi sekarang, atau makin babak belur saat Trump terpilih kembali menjadi presiden.

Trump mengklaim China 'kalah telak' dalam negosiasi perdagangan baru-baru ini, sehingga China ingin menunggu sampai setelah pemilihan 2020, dengan harapan Demokrat akan memenangkan Gedung Putih dan menawarkan mereka kesepakatan yang lebih baik.




Trump, bagaimanapun, mengatakan dia akan menang lagi dalam pemilihan mendatang dan memperingatkan bahwa kesepakatan perdagangan akan 'jauh lebih buruk' bagi China jika itu dinegosiasikan selama masa jabatan keduanya.

Negosiator China dan AS mengadakan pembicaraan perdagangan di Washington pada Jumat lalu, negosiasi ini digelar setelah Trump meningkatkan lebih dari dua kali lipat tarif atas barang-barang China senilai US $ 200 miliar, naik dari 10% menjadi 25%. Pemerintah AS juga bergerakmengenakan tarif tambahan 25% pada barang China sebesar US$ 300 miliar.

Trump mengatakan pembicaraan hari Jumat itu konstruktif dan negosiasi akan terus berlangsung sementara tarif akan tetap berlaku, meskipun mereka dapat dicabut tergantung pada bagaimana situasi berkembang.

Menteri Keuangan Steve Mnuchin mengatakan kepada CNBC internasional bahwa tidak ada pembicaraan perdagangan lebih lanjut yang direncanakan antara kedua belah pihak "sampai sekarang." Media pemerintah China telah melaporkan bahwa putaran pembicaraan berikutnya diperkirakan akan berlangsung di Beijing.

Trump tiba-tiba mengumumkan kenaikan tarif pada Minggu lalu, menghancurkan harapan bahwa kesepakatan perdagangan sudah dekat, dan mengirim pasar AS ke dalam kekacauan selama hampir sepanjang minggu. Presiden mengutip lambatnya kemajuan dalam negosiasi sebagai alasan keputusannya.

Negosiator China dilaporkan telah mundur dari aspek-aspek utama dari perjanjian perdagangan, menghilangkan komitmen untuk mengubah undang-undang domestik dalam mengatasi kekhawatiran AS tentang pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi paksa di antara sejumlah masalah lainnya.

[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading