Produksi Mahakam Turun, Pertamina Dapat Blok Terminasi Lagi?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
07 May 2019 16:56
Produksi Mahakam Turun, Pertamina Dapat Blok Terminasi Lagi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak 2017 hingga sekarang, PT Pertamina (Persero) setidaknya telah mendapat belasan blok migas terminasi (yang berakhir kontraknya) secara cuma-cuma dari pemerintah. Tapi, sejak dikelola oleh Holding BUMN Migas ini, blok-blok yang di antaranya pernah jadi tulang punggung migas Indonesia justru mengalami penurunan.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, rata-rata penurunannya sekitar 4%, dan yang paling banyak mengalami penurunan adalah blok Mahakam.

Lalu, apakah pemerintah kapok memberikan blok-blok terminasi kepada Pertamina?




Menurut Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin, pemerintah masih akan tetap mempertimbangkan Pertamina untuk diberikan blok-blok baik terminasi maupun eksplorasi. Sebab, semuanya akan dievaluasi sesuai dengan yang diajukan dalam proposal Pertamina.

"Tidak seperti itu. Seperti yang dikatakan oleh Pak Menteri (ESDM Ignasius Jonan), misalnya seperti di Rokan, itu kan sifatnya komersil, semuanya komersil, jadi apa yang ada di atas kertas (proposal) itu yang kami evaluasi. Toh Pertamina juga perusahaan besar, punya bangsa," katanya ketika dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Di sisi lain, Fatar Yani menyebutkan, Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah menyiapkan teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi di blok Mahakam. Namun, Fatar emoh menyebutkan teknologi tersebut.

"Itu untuk teknologi buat ningkatin produksi saja," katanya.

Produksi Mahakam Turun, Pertamina Dapat Blok Terminasi Lagi?Foto: dok.Pertamina


Sebelumnya, SKK Migas mencatatkan kinerja produksi gas PHM yang masih belum cukup baik. Penyebabnya adalah terdapat gap sekitar 60 MMSCFD dari realisasi akhir tahun 2018 yang terbawa ke 2019.

"Namun demikian, tetap akan dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan Produksi baik dari kegiatan pemboran, work over/well services (WO/WS) ataupun penerapan teknologi," ujar Fatar saat dihubungi Rabu (24/4/2019).

Namun, lanjut dia, untuk kinerja produksi minyak dan kondensat dari PHM saat ini sudah membaik dibanding tahun lalu.

Lebih lanjut, Fatar menjelaskan, membaiknya kinerja produksi tersebut disebabkan decline rate yang mampu ditekan dari sekitar 18% per tahun menjadi 10% per tahun (status hingga Maret 2019).

"Secara keseluruhan, sampai dengan kuartal I 2019, produksi minyak dan kondensat PHM sebesar 38 MBOPD dan produksi gas sebesar 726 MMSCFD," pungkasnya.

Simak video terkait Blok Mahakam di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading