Aturan Blok Terminasi Direvisi, ESDM: Hindari Kasus Hukum

News - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
06 May 2019 17:45
ESDM terbitkan aturan untuk merevisi ketentuan pengelolaan blok terminasi, agar kontraktor tak kena kasus hukum
Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi aturan terkait blok terminasi.

Kementerian ESDM merilis Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 3/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Permen ESDM Nomor 23/2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang akan berakhir kontrak kerja samanya. 




Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan revisi dilakukan untuk memberikan penegasan, terutama pada Pasal 20 Permen No 3/2019. Dengan adanya penegasan itu maka kontraktor dapat terhindar dari kasus hukum.

"Penegasan. Kadang-kadang kan sekarang orang lakukan sesuatu dasar hukumnya apa? sekarang pada ditangap-tangkapin. Susah kan itu. Kalau ada dasar hukum maka lebih firm orang," tutur Djoko di Gedung Kementerian ESDM, Senin (6/5/2019). 

"Misal Pertamina belum efektif kontrak berlaku boleh tidak kita masuk pembiayaan? kalau tidak keluarin produksi bisa turun. Ini penegasan secara hukum," tambahnya.

Adapun Pasal 20 Permen No 3/2019 menyebut setelah Kontrak Kerja Sama ditandatangani, PT Pertamina (Persero) atau kontraktor baru yang telah ditetapkan sebagai pemenang lelang dapat melakukan pembiayaan atau kegiatan operasi.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan cadangan dan/atau meningkatkan
produksi Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja. Selain itu, pada Ayat 2 Pasal 20 disebut pelaksanaan kegiatan operasi melalui pembiayaan dilakukan oleh kontraktor terdahulu. 

"Iya [tetap yang melakukan kontraktor terdahulu]. Karena kan masih WK-nya dia. Masa orang lain ngubek-ngubek? kontrak kan belum berakhir," ujar Djoko. 

Djoko menambahkan revisi permen ini dilakukan supaya tidak terjadi penurunan produksi. 

"Kan sudah teken [pemenang baru] tapi efektifnya baru masuk nanti kan setelah kontrak habis. Selama teken itu si kontraktor baru bisa melakukan kegiatan. Bisa dengan biaya sendiri," tutur Djoko.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading