Ekonomi Melesat, Pengangguran AS Terendah Dalam 50 Tahun

News - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
03 May 2019 20:44
Data terbaru mencatat tingkat pengangguran turun ke level terendah dalam 50 tahun terakhir.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan kekuatan padz tahun ini. Data terbaru mencatat tingkat pengangguran turun ke level terendah dalam 50 tahun terakhir, sementara penambahan pekerja mengalami lonjakan di bulan April.

Tingkat Pengangguran AS Turun Ke Level Terendah Setengah AbadGrafik: Non-Farm Payroll                 
Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistic, CNBC International

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan pekerja di luar sektor pertanian atau terkenal dengan istilah non-farm payroll sebanyak 263.000 orang jauh lebih tinggi dari prediksi di Forex Factory sebanyak 181.000, maupun prediksi Wall Street 190.000.

Yang mengejutkan adalah tingkat pengangguran yang turun menjadi 3,6% pada bulan April dari bulan sebelumnya 3,8%. Persentase di bulan April tersebut menjadi yang terendah sejak Desember 1969 atau hampir setengah abad yang lalu.

Tingkat Pengangguran AS Turun Ke Level Terendah Setengah AbadGrafik: Tingkat Pengangguran AS     
Sumber: U.S. Bureau of Labor Statistic, CNBC International



Rata-rata upah per jam naik sebesar 0,2% di bulan April, namun masih di bawah prediksi 0,3%.

Rilis data tenaga kerja apik di bulan April ini melengkapi data-data yang menunjukkan ketangguhan ekonomi Paman Sam. Pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) kuartal-I 2019 tumbuh 3,2% jauh di atas prediksi 2,2%.

Pada periode yang sama dengan PDB, tingkat produktivitas juga melonjak 3,8%, menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Tidak heran jika Federal Reserve/The Fed terlihat optimis dengan kondisi ekonomi AS, sehingga tidak mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga.
Data tenaga kerja ini merupakan salah satu indikator bagi The Fed untuk menentukan kebijakan moneter.

Kuatnya data tenaga kerja tentunya semakin meyakinkan Bank Sentral AS tersebut untuk tetap mempertahankan suku bunga 2,25% - 2,50%.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading