Pemenang Lelang Mobil Sulit Urus BPKB Baru? Ini Kata Kemenkeu

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 April 2019 19:26
Pemenang Lelang Mobil Sulit Urus BPKB Baru? Ini Kata Kemenkeu
Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam lelang kendaraan yang dihelat pemerintah harus teliti, pasalnya kendaraan yang akan dilelang tersebut ternyata tidak dilengkapi dokumen Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Hal inilah yang dialami salah seorang pemenang lelang mobil eks Pemda Morotai yakni Andry Prasetyo. Lelang itu dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ternate pada 28 Juni 2018.

Namun anehnya, kata Andry, ia mengaku bingung, lantaran proses permohonan penerbitan surat-surat kendaraan yang dimenangkan dari lelang negara tidak pernah disetujui pihak Samsat setempat.


"Di situ disebutkan tidak ada BPKB dan STNK [surat tanda nomor kendaraan], tapi dari pihak KPKNL menyebutkan bisa dengan risalah pemenangan," kata Andry melansir detikFinance, Jumat (12/4/2019).


Andry mengaku sudah mengurus administrasi penerbitan BPKB dan STNK kepada Samsat Maluku Utara namun ditolak. Alasannya, karena mobil yang dimenangkan tidak ada BPKB dan STNK aslinya.

Merespons hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti menyatakan, sebelum pelaksanaan lelang, telah disampaikan bahwa kendaraan yang akan dilelang tidak dilengkapi dengan BPKB.

Selain itu, sebelum pelaksanaan lelang juga telah disampaikan kepada seluruh peserta lelang yang hadir bahwa kendaraan yang akan dilelang tanpa BPKB.


"Dengan telah dijelaskannya seluruh hal terkait pelaksanaan dimaksud, maka peserta lelang dianggap telah menerima seluruh konsekuensi dari pelaksanaan lelang dan bersedia mengikuti lelang," kata Nufransa Wira Sakti, kepada CNBC Indonesia, Sabtu (20/4/2019).

Nufransa melanjutkan, hal itu juga sudah tertulis pada badan Risalah Lelang yang menyebutkan Penawar/Pembeli dianggap sungguh-sungguh telah mengetahui apa yang telah ditawar olehnya.


Apabila terdapat kekurangan/kerusakan baik yang terlihat maupun tidak terlihat, maka penawar atau pembeli tidak berhak untuk menolak atau menarik diri kembali setelah pembelian disahkan dan melepaskan segala hak untuk meminta kerugian atas sesuatu apapun juga.


Menurut dia, pernyataan ini telah dibacakan oleh Pejabat Lelang sebelum pelaksanaan lelang kepada seluruh peserta lelang. Dari pelaksanaan lelang dimaksud, telah dihasilkan Risalah Lelang yang merupakan akta otentik peralihan hak. Pemenang Lelang telah menerima Kutipan Risalah Lelang yang menunjukkan bahwa pemenang lelang berhak atas barang yang dilelang.

"Terkait tidak dapat diterbitkannya BPKB yang baru, seyogyanya pembeli berkoordinasi dengan Pemda selaku penjual dan Samsat (kepolisian) setempat. KPKNL selalu siap membantu pemenang lelang jika ada hal-hal yang dibutuhkan oleh pemenang lelang selama hal tersebut masih berada dalam wewenang KPKNL dan sesuai tugas dan fungsi terkait proses lelang," ungkapnya.

Seperti diketahui, panitia Lelang KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok akan melaksanakan lelang eksekusi sita pajak dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Batam. Adapun barang yang dilelang adalah 28 unit mobil baru merek Subaru dengan beberapa tipe.

"Pengumuman lelang, kali ini akan ada lelang 28 unit mobil Subaru di Batam. Unit yang dijual adalah mobil yang penggunaannya khusus di wilayah Batam (Free Trade Zone)," tulis pengumuman resmi di Bea Cukai Tanjung Priok, Jumat (19/4/2019).

Open house lelang akan dilaksanakan pada Selasa 23 April 2019, pukul 10.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB di Komplek Bangun Sukses Showroom Sei Panas Kota Batam.

Adapun pelaksanaan lelang pada Kamis 25 April 2019 pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB dengan server E-Auction. Mobil Subaru ini yang dilelang di antaranya tipe XV 2.0 AWD CVT yang dibuat pada 2014. Nilai limitnya Rp 114.000.000.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading