Usai Pemilu, Ini Ramalan Menko Darmin Soal Investasi RI

News - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
17 April 2019 16:59
Usai Pemilu, Ini Ramalan Menko Darmin Soal Investasi RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilihan umum presiden dan wakil presiden, serta legislatif untuk periode 2019 - 2024 sudah berakhir. Saat ini, masyarakat Indonesia hanya tinggal menunggu hasilnya.

Rupanya, yang menunggu hasil pemilu bukan hanya masyarakat Indonesia, tapi juga para investor.

Kemarin, Direktur Riset Center of Reform Economics (CORE), Piter Abdullah mengatakan, aliran modal melalui Foreign Direct Investment atau FDI sangat tergantung pada hasil pemilu. Pasalnya, banyak investor memilih 'wait and see', sebelum memutuskan untui tanam modal di Indonesia.


"Investor FDI agak berbeda, mereka umumnya lebih hati-hati, cenderung 'wait and see'. Terlihat FDI kita di tahun 2018 yang menurun. Saya kira FDI baru akan kembali bergerak setelah pemilu. Terutama bila pemerintah yang baru nanti, siapapun presidennya, benar-benar melakukan kebijakan di berbagai bidang yang secara signifikan memperbaiki kemudahan investasi," ujarnya pada tim CNBC Indonesia, Selasa (16/4/2019).

Pendapat Piter juga diperkuat oleh Ekonom Permata Bank, Joshua Pardede, yang mengatakan aliran modal akan kembali mengalir seusai pemilu.

"Menurut saya, investasi di sektor riil baik PMDN dan PMA akan cenderung meningkat kembali pasca keluarnya hasil pemilu nanti."

Rupanya, apa yang diproyeksikan Piter dan Joshua terkait aliran modal, sedikit berbeda dengan keterangan dari Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution.

Ditemui usai memberikan suaranya dalam pemilu 2019, Darmin menjelaskan aliran modal atau investasi hingga saat ini cukup baik. Pertumbuhannya bahkan melebihi 6%.

Apalagi, diiringi dengan tingkat konsumsi yang berada dalam rentang 5 hingga 5,1%. Menurut Darmin, sebagai negara berkembang yang berada di tengah ketidakpastian ekonomi global, tingkat konsumsi Indonesia terjaga. Hal ini karena jumlah penduduk Indonesia sangat besar, yakni mencapai 269 juta jiwa.

"Investasi sebenarnya masih oke, data kita menunjukkan masih bergerak antara 6,7% sampai dengan 7% pertumbuhannya ya," ujarnya di Kawasan Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

"Konsumsi rumah tangga juga masih oke, itu bergerak antara 5% sampai 5,1%. Jadi, dilihat dari situ, asal ekspor impornya tidak menarik ke bawah ya, kita akan bisa bertahan di 5,2% sampai 5,3%, akan ada di situ. Ini keuntungan kita sebagai negara dengan penduduk yang besar, ekonomi dunia boleh melambat, kita belum tentu ikut."

Saksikan video Darmin Berbicara soal Neraca Dagang

[Gambas:Video CNBC]


(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading