Pengusaha Hotel Masih Resah, Tiket Pesawat Tak Kunjung Turun

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
11 April 2019 19:18
Pengusaha Hotel Masih Resah, Tiket Pesawat Tak Kunjung Turun
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menilai belum ada dampak yang dirasakan industri atas aturan baru terkait harga tiket pesawat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hingga saat ini, Hariyadi mengatakan tidak ada perubahan signifkan atas tingkat keterisian hotel.

"Memang dianggap sudah turun, tapi respons pasar belum kelihatan, jadi saya mesti fair belum tahu. Tapi yang jelas, karena respons belum terlihat signifikan, [peningkatan] okupansi belum terlihat, okupansi hotel ujuk-ujuk naik belum terlihat," ujar Hariyadi, Kamis (11/4/2019).


Saat ini, Hariyadi mengaku masih memantau bagaimana dampak kebijakan penurun tarif batas bawah harga tiket pesawat yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Bila memang penurunan harga terjadi, memang dibutuhkan waktu hingga permintaan kembali meningkat.

"Itu kan tidak serta-merta, kalau sempat down, ya untuk naik lagi permintaannya perlu waktu," lanjutnya.

Pengusaha Hotel Masih Resah, Tiket Pesawat Tak Kunjung TurunFoto: Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) (CNBC Indonesia/Lynda Hasibuan)


Meski begitu, dia mengakui telah ada penurunan harga tiket pesawat sekitar 20% bila dibandingkan dengan awal tahun ketika harga tiket pesawat naik hingga dua-tiga kali lipat. Dia menambahkan, harga tiket saat ini pun masih tergolong mahal bila dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pemantauan atas harga tiket pesawat yang diterapkan maskapai juga tengah dilakukan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia menyebut akan mendengar masukan berbagai pihak atas harga yang berlaku saat ini.

Selain itu, dia mengingatkan maskapai untuk mendengar aspirasi masyarakat terkait harga tiket.

"Saya sudah mendengar bahwa tarif yang diberikan belum maksimal. Belum sesuai dengan harapan. Saya minta oleh karenanya Garuda, Lion, Sriwijaya harus mendengar apa yang disampaikan masyarakat," tutur Budi, Kamis (11/4/2019).

Namun di sisi lain, ia juga meminta masyarakat memahami bagaimana maskapai menentukan harga tiket pesawat. Sebab, tak bisa pula seluruh penerbangan menerapkan tarif batas bawah. Pastinya, tidak bisa harga tiket pesawat ditetapkan lebih rendah dari biaya pokok yang memang ditanggung oleh maskapai.

"Sebaliknya masyarakat, juga jangan suruh tarif batas bawah semua. Kasihan dong, jadi ini saling pengertian. Saya ingin sekali mekanisme pasar. Mekanisme pasar itu terjadi," tutur Budi.





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading